Cara Branding Produk

Branding diperlukan agar merk/nama produk kita dengan mudah dikenal dihapal oleh pelanggan

Beliau ini punya pusat pelatihan bagi para pekerja konstruksi, dia mengeluh peserta yang mendaftar sedikit, dari tahun ke tahun jumlahnya naik turun.. Padahal pelatihan ini berjenjang dan membutuhkan renual..

Saya : “Wah banyak sebab itu, materi kadaluarsa, reprsentativenya kurang, lokasi pelatihan, tarif.. dll”
Setyo : “ooooo… terus bapak mau memeriksa semuanya..?”
saya :”Yang tahu kondisi perusahaan bapak adalah bapak sendiri, saya baru 1 jam duduk disini, baiklah saya akan bertanya”

Setelah saya bertaya belasan kali (next pots saya tuliskan bagaimana caranya exploring untuk menggali masalah yang ditutup persoalan dan dibungkus kendala) mengerucut bahwa perusahaan beliau sebetulnya sehat-sehat saja, hanya lupa melakukan branding, sehingga perjalanan 5 tahun ini sia sia.. hmmm.. sangat sayang sekali ya…

Setyo :”Branding itu apa to ?”

suatu usaha untuk menancapkan nama produk kita ke pelanggan, contoh pasta gigi ya pepsi**, softdrink ya Cola dll. Tanpa perlu memikirkan harga, kualitas produk dan lain-lainya.

Ekstrimnya nih… Sepeda motor irit ya HONDA, padahal dia sendiri ga pernah beli HONDA, Beli tiket ya TRAVELOKA padahal dia sendiri ga pernah beli tiket. Tapi kalao Brand sudah nancap di otak kita, maka harapannya pas kita butuh kita langsung beli HOnda dan Traveloka

Setyo :”Ooo.. biaya branding mahal ga…?”
Saya :”hmmm mulai murah sampai mahal ada semua.. tapi Solusibisnismu pasti memberikan solusi yang murah-murah saja tapi hasil bueeesssssaarrrr OK ?”

inilah Branding yang murah meriah namun efektif…

1. Namanya saja brand atau merk, jadi yang pertama di urus adalah “nama”.. ok..? Cari nama yang kira-kira orang dengan cepat menangkap dan menghapalnya, bisa jadi karena namanya aneh contoh “rawon setan”, unik contoh “ayam 7 rempah” atau mudah diingat “baterai ABC” atau lainnya.

Mengujinya pakai uji statistik untuk menentukan elektabilitas nama presiden, ok.. ? Jadi anda perlu 10 calon nama presiden, maksud saya nama produk atau perusahaan, kemudian Anda uji nama nama tersebut, mana yang paling tinggi elektabilitasnya,
Ekstrimnya nih
– Ada orang naik sepeda motor lagi jalan, terus baca tulisan nama tersebut, langsunng ngerem itu orang.
– Sekali baca langsung diingat itu nama.

2. Logo yang menarik, Nah logo itu penting terutama untuk anak-anak kecil yang belum bisa baca.. dan anak besar yang males baca he.. he.., gini ya… Logo itu harus memperkuat presepsi yang ditimbulkan dari nama yang telah dibuat tadi, itu tujuannya utamanya. Misal brand “Ayam 7 rempah” logonya gambar kucing… ya terserah Anda saja.. Anda kan Ownernya ? bisa sesuka hati, Konsultannya Brandnya yang salah, soalnya owner yang bayar uangnya betul..?

Kalo saya mohon maaf, logo bentuk “bangun segitiga” atau “Kotak ada bintang” atau sejenisnya waduu ga minat, pesan saya.. gambar logo itu harus dipaskan dengan nama.. per-demit dengan filosofi. Jadi Kalau kita punya perusahaan diberi nama “Kaya” logonya ya gambar duit, emas atau sebangsa, jangan dikasih gambar tiga kotak melengkung gitu atau garis bengkok bengkok gitu.. Jadi sekali lagi untuk filosofinya ya kita buat dari “nama” yang telah ditetapkan tadi. Ada perusahaan namanya RICH* tapi filosofi logonya adalah “kerjasama”, “kasih peduli” ga nyambunng kan.. kalo sudah gini bagaimana cara menancapkan Brand di otak kita dalam waktu 10 detik..?

Buat 10 logo dan tentukan elektabilitas yang paling tinggi, oo ya kalao buat logo sekalian pikirkan kalo logo itu ditempelkan atau diaplikasikan di bidang rata, melengkung, portrait/landscape, background transparan, merah, kuning dan lain-lainnya

3. Lohhh… ternyata masih masih kurang jelas..? ya tambah lagi dengan tagline.., Rawon setan, logonya piring berasap, ditambah tulisan “paling pedas” sebagai taglinenya… Tagline dan logo itu bisa ganti-ganti, tapi jangan terlalu sering, usaha branding bisa gagal karena orang harus mengingat ingat dari awal.. tapi boleh, terus kapan ? next post ya..

Sudah selesai, Terus jangan sampai kejadian nomor 1 sampai 3 tidak sesuai dan gak nyambung dengan produk Anda, sebab Anda bisa masuk penjara karena dianggap menipu..

Setyo :”Loh gimana orang bisa tahu ? kalao cuma gitu doang..?”

La iyalah.. yang di atas itu namanya konsep brandingnya, Nah sekarang perlu kita pikirkan bagaimana cara mengirim atau mendelivery konsep itu ke pelanggan, atau orang mengatakan komunikasi dengan pelanggan..

Berikut ini cara mendelivery dengan cara cara yang murah.. bikin stiker pasang di kaca mobil, tempel ditembok pinggir jalan “CUci Sofa” tapi ga pakai brand ga pakai logo ya lewat dong. bikin brosur atau kalender terus sebar, atau jual murah (program diskon), bikin topi atau kaos trus sebarkan gratis (pasti saya mau dikasih), buat pameran di mall, bikin iklan koran, TV.. Ingat ingat.. kalo di radio yang berlaku cuma nama dan tagline, logonya gak kelihatan.. makanya pakailah tagline..

Untuk bisnis pelatihan seperti perusahaan teman saya itu, bisa ditambahkan dan ditempel di tas mereka, kaos, topi, pensil, penghapus, kalender kerja, agenda mereka dan lain-lain..

Kasus pertama…
Waktu teman saya yang dari jerman datang, dia tanya sama saya :
Mario :”Pertamina itu perusahaan apa..”
Dia hanya melihat tulisan pertamina dengan logo P warna merah biru hijau..
Mario :”Apa itu “pasti pas..?” ”
Jadi dia tambah bingung… tagline Pertamina bagi orang Indonesia nyambung, tapi bagi Mario tagline itu tidak ada artinya, kerana dia tidak tahu Pertamina dan buta dengan logo P nya. Misal pertamina ini dipasarkan di mancanegara, maka Pertamina akan membutuhkan waktu yang lama atau biaya yang mahal agar brandingnya sukses.

Andai Pertamina itu pakai logo gambar minyak, terus tagline nya adalah oil number 1, pasti orang semua tahu dalam 10 detik Pertamina jual minyak betul apa betul..? Apalagi kalo nama pertamina diganti dengan nama yang nendang gitu loh.. waa 10 detik langsung di ingat 10 tahun. xi xi xi..

Kasus kedua
English First, Ooo namnya sudah nyambung, logonya sama seperti Pertamina hanya huruf EF, taglinenya wordleader English Education, Nah.. nyambung semua dengan produknya kan…?, Jadi EF cukup menempelkan stiker dikaca-kaca mobil.. sudah dengan cara gitu aja brandingnya sudah nancap banget gitu loh.. ga perlu iklan TV, Radio, Koran dll.. Untuk branding tidak dibutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal..

Setyo :”Oooooo… kalao begitu saya laksanakan sendiri saja, soalnya gampang gitu..”
Saya :”Lohhh jadi gak pakai bantuan saya..?, ooooo…. saya mau tanya cara menghitung elektabilitas itu gimana hayo..?, dan yang saya sebutkan di atas itu masih basic..”
Setyo :”Cukup bagi saya, branding basic seperti itu sudah cukup… terimakasih…”

Waaaaa… kalao gini ga makan aku…

Ok sahur yuukkkk..

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi

Advertisements

2 comments on “Cara Branding Produk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s