Cara Membuat Iklan

HHmmm hujan.. dingin.. malam.. paling enak makan yang panas-panas.. Rawon..

Rio :”produkku ini bagus.. mutunya bagus.. tapi gak laku.. knapa ya..?”
Saya :”Dari mana tahu kalao barang ini bagus..?”
Rio :”Loo.. dari orang yang datang dan membeli..”
Saya :”Sudah berapa lama mas Rio menjualnya..?”
Rio :”Satu tahun..”
Saya :”Oooo.. ”

Hmmm mengurainya dari mana ya..? Urutan orang membeli adalah sbb :
Tahap 1
1. Melihat, mendengar, mereba, merasakan.
2. Berpikir, memustuskan
3. Mencoba/membeli atau menolak
Tahap 2
4. Setelah dicoba, bila memuaskan akan membeli kembali
Tahap 3
5. Bila kepuasan dan kepercayaan tinggi maka akan mereferensi kepada orang lain

Rio :”Terus hubungannya apa..?”
Saya :”Urutannya begini, bila pelanggan berhasil datang ke tempat kita, orang tersebut beli atau tidak beli, artinya kita sudah berhasil tahap 1, bila orang tersebut membeli, apakah kemudian orang tersebut membeli lagi atau tidak, artinya kita sudah berhasil tahap 2, Nah kalau orang tersebut membeli, kemudian membeli lagi dan mereferensikan artinya kita menang tahap 3″

Rio :”Saya punya produk bagus.., produk bagus kog..”
Saya :”Produk bagus.. Artinya mas Rio punya modal ditahap ke 2, yaitu bagi mereka yang membeli untuk pertama kali, kemungkinan besar mereka akan membeli lagi, masalahnya apakah mas Rio sudah memenangkan pada tahan tahap 1 ?”

Rio :”Sudah memenangkan tahap 1 kog”
Saya :”Apa buktinya..? sudah gini aja. Sebulan ada berapa orang baru yang datang ke tempatnya mas Rio..?”
Rio :”Sebulan ada 40 orang..”
Saya :”Nah.. kalao sebulan baru 100 orang yang datang, artinya mas Rio masih gagal untuk mendatangkan orang, jadi mas Rio belum berhasil pada tahap 1..”


Untuk ukuran toko sepatu kira-kira berapa orang yang diharapkan berkunjung dalam sehari..?, saya survey di toko Triple A toko yang paling sepi tapi masih eksis, sehari ada 30 orang yang datang, sementara toko kain wijaya yang paling sepi tapi masih eksis ada 50 orang/hari.. Jadi tokonya mas Rio yang menjual alat-alat tulis kalau sebulan cuma 100 orang jelas kurang..

Rio :”Kalo begitu berapa orang yang harus saya datangkan ke toko..?”

Loohh.. ngapain orang yang datang ke toko harus dibatasi..? yang diatas itu hasil survey.. jadi yang benar adalah datangkan orang sebanyak banyaknya ke toko.. Caranya mendatangkan orang ya pakai, iklan, promo atau kombinasi keduanya..

Rawon

Rio :”Kalo itu saya sudah tahu mas.. gak usah dibilangi..”
Saya :”Ya sudah aku pulang.., besok aku pingin tahu bagaimana kamu buat iklan yang baik..”
Rio :”Looo jangan gitu.. jangan pulang dulu.., cara membuat iklan yang baik itu gimana..”

Dalam membuat iklan ada dua hal yang harus diperhatikan.. yaitu media iklan dan isi (konten) iklan, dan iklan yang baik adalah yang mampu mendatangkan orang, dalam waktu singkat dan berbiaya rendah..,

Saya :”Contohnya.. ya di warung ini.. warung ini media iklannya cuma banner, paling biayanya 75 ribu, yang luar biasa disini adalah konten iklannya “RAWON SETAN”..”
Rio :”Lohhh.. hmmm.. jadi nama warung itu.. hmmm”
Saya :”Laa.. iyalah.. isu marketing itu kalau bisa adalah yang sederhana, supaya pesannya cepat sampai ke otak kita.., “Rawon Setan”.. merupakan nama warung, nama produk, konten iklan, sekaligus tag line.. jadi satu..”

Nama warung “Rawon Setan” adalah daya tarik utama, yang membuat orang penasaran, coba kalau ditulis “Rawon” saja, atau “Rawon ning Siti, pasti tidak akan memberikan dampak “PEENAASAARAAN”. Luar biasanya lagi nama “Rawon Setan” lebih menarik dari masakan rawon itu sendiri. Yang membuat rawon di Surabaya banyak.. yang enak banyak.. tapi yang mampu menarik orang dalam waktu singkat ya.. nama “Rawon Setan” ini..

Beberapa orang yang saya tanyai mengenai saat membaca “Rawon Setan” mempunyai persepsi terbanyak secara berurutan sbb :
1. Ganas
2. Malam hari
3. Horor :
4. Mengagetkan
5. Petualangan
6. Jahat

Tidak semua orang senang dengan persepsi yang diakibatkan dari nama ini, namun orang yang suka dengan sesuatu yang ganas, horor, sesuatu yang baru atau petulangan pasti akan datang untuk mencoba, makanya rame.. ramenya dipenuhi oleh orang yang penasaran.. kita sebut kelompok ini adalah kelompok pertama.

Saya :”Gimana.. jelas…?”
Rio :”Belum.. terus hubungannya rame dengan laku..?”

Lohh..? setelah orang yang suka petualangan ini (orang kelompok pertama) berbondong-bondong mencoba makan “Rawon Setan” dan ternyata enak dan enaknya ini melebihi harapannya maka dia akan mereferensikan ke pada temannya (sebut saja kelompok ke dua).. kelompok ke dua ini gak peduli dari golongan apa.. apakah golongan sesama petualang, atau golongan yang pasti-pasti saja, atao golongan yang pasrah manut-manut saja.. atau bahkan dari golongan yang tidak suka dengan nama “Rawon Setan”.. yang penting orang-orang (kelompok kedua / follower) ini akan datang karena referensi yang kuat dari si petualang..

Rio :”Oooo.. jadi saya harus mencari nama yang membuat orang penasaran..?”
Saya :”Boleh boleh saja.. tapi ingat “banyak jalan menuju roma” untuk menarik orang datang tidak hanya nama warung saja, bisa dari konten iklan, dari promo dan lain-lain, kebetulan konten iklan pada kasus ini adalah “nama warung itu sendiri”.. nama produknya juga dari “nama warung itu sendiri”.. taglinenya ya dari “nama warung itu sendiri”.. istilahnya One for All.. he.. he..”

Bila ingin tahu media iklan apa saja yang bisa dipakai dan berbiaya murah dan cara menyusun konten iklan yang kompleks, beserta contohnya ? simak saja solusibisnismu.wordpress.com

Semoga tulisan saya membuat Anda ter “Inspirasi”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s