Penentuan Harga Jual | Saat Harga Bahan Baku Naik Turun

Tersebutlah ibu Lariza, beliau kaget mengetahui harga ayam melonjak tinggi tembus Rp 25.000/Kg, padahal setting harga fried chiken beliau sudah terlajur dipantok rendah, sehingga hari-hari kedepan potensi rugi sudah tampak.

Ibu Lariza :”Harga ayam saya perkirakan paling mahal 23 ribu/kilo, kalau beli ayam ukuran 1 ekor dengan berat 1,2 kilo maka per ekor harganya Rp 27.600,-. kemudian saya potong jadi 10 bagian, maka per potong harganya Rp. 2.700, setelah diolah saya jual Rp.5.000.-/potong, maka di brosur-brosur yang sudah saya sebarkan, harga paket fried chiken Rp 9.000 sdh termasuk nasi, sambal, nasi dan minum…”

Brosur yang sudah beredar gak mungkin ditarik.. seandainya brosur ditarik, kemudian diganti dengan harga yang baru, lalu harga daging ayam turun lagi ke Rp 21.000,-/Kg, apa brosur harus ditarik lagi..? gak mungkin kan..?

Yang mungkin bisa dikerjakan adalah mengendalikan harga daging ayam yang naik turun. Banyak cara untuk mengendalikan harga yang naik turun ini antara lain, dengan membuat persedian / stok nyata , stok tidak nyata dll. Semua punya keunggulan dan kelemahan masing-masing, Ok langsung ke TKP.

Cara Pertama : Membuat persediaan (Stok) Nyata :

Cara ini bisa bisa mengendalikan dua hal sekaligus yaitu :
1) Mengendalikan harga yang naik turun..
Sehingga harga yang kita dapatkan selalu rata, ee siapa tahu malah turun..
2) Mengendalikan daging ayam saat suplai daging ayam tiba-tiba menghilang dari pasar.
Seperti bendungan, saat hujan air yang melimpah ditampung di bendungan, saat kemarau panjang, air dari bendungan tadi dialirkan kesawah. Pertanyaanya : – Berapa besar bendungan yang ideal ?, Jawabnya : bisa kita hitung, namun prakteknya bergantung dari biaya yang ada, lahan yang ada dan ketersedian air yang ada. Misal kebutuhan lahan 5 Ha tapi yang tersedia cuma 2 Ha, Butuh uang 5 M tapi hanya punya 1 M, dst

Ini bukan ayam sungguhan loh.. apa ini foto Maharani itu ?

maharani

Cantik ya..? gak seperti teman saya xi.. xi…

Ni KTPNYA siapa ?

KTP maharani

Terminologi bendungan air juga berlaku untuk pengendalian harga daging ayam. Namanya saja adalah Peserdiaan Nyata, maka artinya yang disimpan adalah ayam sungguhan (bukan ayam kampus). Bendungan yang diperlukan adalah sebuah sebuah Freezer dengan kapasitas sesuai dengan kemampuan uang Anda,
Omset penjualan Anda, kemampuan Anda untuk menyisihkan uang mati dan lain-lain.

Namun jika Anda ingin mengetahui yang paling ideal, Anda bisa gunakan teknik Linier programing probabilistikmaupun yang non acak, next post akan saya tulis.. pada kesempatan ini saya akan menuliskan simulasinya saja, teknik simulasi ini justru lebih bagus untuk kondisi probabilistik loh..

Simulasi yang pertama gambarannya adalah sebagai berikut :

Hari Harga Kebutuhan ayam Kg
1 Rp 22.000 150
2 Rp 21.000 200
3 Rp 20.000 175
4 Rp 19.000 250
5 Rp 22.000 125
6 Rp 24.000 200
7 Rp 25.000 125
8 Rp 24.000 150
9 Rp 23.000 125
10 Rp 20.000 150
11 Rp 21.000 150
12 Rp 20.000 200
13. Rp 18.000 250
14. Rp 19.000 125
dst dst dst

1) Tetapkan Patokan Harga yang ingin Anda Kendalikan
Ibu Lariza menetapkan harga Rp. 23.000/Kg adalah harga tertinggi yang diperbolehkan, jadi tidak boleh ada harga diatas Rp.23.000/Kg.. mengapa dipatok di angka Rp 23.000,- ? karena harga jual daging ayam setelah di olah Rp 5.000,-/potong.. itu adalah hak beliau, tidak bisa diaganggu gugat.. Namun saran saya sebaiknya manfaatkan data harga rata-rata, media dan modus.. (kalau Anda kurang Paham rata-rata, media dan modus) buka buku matematika kelas 6 SD, xi.. xi.., kalau Anda pernah belajar statistik gunakan data distribusi Normal, buat dengan confidence interval 90% Ok ?
2) Hitunglah Volume kebutuhan daging ayam saat harga diatas Rp 23.000,-
Terdapat pada minggu ke 6,7,8 sebanyak 200 + 125 + 150 = 425 Kg
3) Belilah freezer dengan kapasitas yang bisa menyimpan minimal 425 Kg daging ayam, lebih banyak lebih bagus..
4) Kemudian carilah data harga daging ayam yang terendah, gunakan harga itu untuk memborong daging ayam sebagai persediaan nyata :
Minggu ke 13 adalah harga terendah yaitu RP. 18.000,-, namun bila Anda sudah cukup puas dengan harga Rp 21.000 maka borong saja daging ayam sebanyak 425 kilo.
* Apakah kita pasti bisa memborong daging ayam pada harga tersebut ?, secara teoritis jika harga murah biasanya suplainya banyak, jadi pasti bisa diborong, sebaliknya ketika harga mahal biasanya suplainya sedikit.
5) Siapkan uang mati yang besarnya adalah Rp. 21.000 x 425 Kg (> dari 425 Kg juga boleh) = Rp 8.925.000,-
6) Berapa lama anda menyimpan daging ? terserah Anda
7) Agar daging ayam tetap Fresh, maka untuk menyimpan daging ayam gunakan FIFO (Fisrt In First Out), daging ayam yang lama Anda ambil dari Freezer ganti dengan daging ayam yang baru.

cara pertama ini cocok untuk mengendalikan harga naik turun sekaligus untuk mengatasi persediaan ayam yang tiba tiba menghilang dari pasar, seperti jenis Ayam jantan atau Ayam apkir..

Apakah karena Khusyuk, jadi belum pernah makan daging ayam ?

katanya belum pernah makan ayam

Cara Ke Dua : Membuat persediaan (Stok) Tidak Nyata :

Namanya saja tidak Nyata, jadi hanya fatamorgana, gak perlu menyimpan ayam kampus, apalagi menyewa Maharani Freezer, yang hanya mennghabiskan uang 10 juta aja .. cukup tentukan patokan harga yang ingin dikendalikan setelah itu semuanya beres..

Namun harus diingat cara ini tidak bisa mengatasi masalah bila tiba-tiba daging ayam menghilang dari pasar, yang bisa dikendalikan adalah harganya saja.. cocok untuk daging ayam broiler yang selalu tersedia dipasar..

Saya :”Jadi sudah gak bingung lagi to..? harga ayam naik atau turun beli aja..!!”
Lariza :”Iya pak.. terimakasih.. brosur gak perlu saya tarik.. menurut saya patokan harga saya sudah sesuai ”
Saya :”Somoga fried chikennya semakin Laris bu…”

Wooo kelihatannya teman saya yang ada di Bekasi masih bingung nih.. kalau bingung silakan komen dengan verifikasi email, jangan blog atau FB, penjelasan detail akan saya kirim melalui email.. biar rank blogku tambah naik karena banyak komen xi.. xi..

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi

Advertisements

7 comments on “Penentuan Harga Jual | Saat Harga Bahan Baku Naik Turun

  1. Pak Vdytv,
    Kalo menurut saya dari pada nyetok barang dengan persiapan uang mati sebanyak itu, mending dapat untuk sedikit tapi uangnya muter terus dan tidak mati. Anyway, tulisan yang cerdas sih, tapi applikasinya tergantung situasi dan kondisi.
    Kapan mampir ke Bekasi – ne biar bisa mencicipi nasi timbel komplit.

    • stok tidak harus selama satu tahun.. bisa 1 bulan saja, kalo nasi timbelnya pake ayam jantan.. pada bulan bulan-tertentu ayam jantan bisa menghilang dari pasaran untuk satu dua hari.. bila pas ada oder untuk pernikahan bisa kena klaim.. namun bila bahan baku mudah dicari tapi harga naik turun sebaiknya pakai stock tidak nyata saja..

  2. Saya bara memulai usaha ayam broiler,yang ingin saya tanyakan.
    Bagaimana menghitung harga beli ayam yang masih hidup dan mematok harga ayam yang udah dibekukan?
    Misal;
    Harga beli ayam dikandang 17200/kg dan setelah ayam dibersihkan harga yang saya jual kekonsumen 25rb.setelah dihitung2 bukanya untung tapi buntung.
    Ȋ̝̊̅̄†̥̥u☜ aja terimakasih.

    • caranya beli ayam hidup 10 ekor, tiap – tiap ekor di timbang, baik jantan maupun betina, pilih ukuran yang paling sering dibeli, saya pakai ayam hidup ukuran 1,6 kilo.. srtelah itu desembelih, kepala saya timbang, ceker saya timbang, ampela ati saya timbang, usus sya timbang, badannya (karkas) saya timbang, sudah ketemu semua ya to..?

      biasanya berat hidup 1,6 kg maka karkasnya 1,2 (berkurang 4 ons) sedangkan berat kelapa dan ceker 7% nya dari berat hidup (1,6) dst,, sy ada data di laptop tapi harddisknya rusak he.. hee..

      jadi kalo harga ayam hidup 17200 per kilo maka kita beli 1,6 x 17200 = 27520, ongkos potong per ekor 400 total 27920.. maka harga jual karkas + ati ampela + usus + kepala + ceker gak boleh kurang dari 27920 iya to ?

      bandingakn atau samakan saja dengan tetangga sebelah jual brapa.. gitu aja he.. he..

      sekarang agar bisa kompetitif dengan tetangga ada permainannya, he.. he.. misal ampela dijual murah tapi karkas dijual tinggi, atau karkas dijual murah tapi ampela dijual tinggi, dan ada trik-2 lainnya he.. he..

  3. mau tanya,kalo ayam ukuran 1 kilo karkas, saya mesti beli ayam hidup ukuran berapa yaa??dan masukin ke pelanggan diharga berapa? tks

    • tergantung jenis ayam, beda pabrik (pokphan dengan japfa) beda pakan, beda umur ayam, jantan atai betina juga bisa pengaruhi berat karkasnya, range hilangnya antara 3-4,5 Ons, cari ayam yang bulunya gundul dan kantong makannya kempes..

      cara yang pas adalah beli ke orang yang jual ayam hidup jumlahnya 3 ekor ayam saja, perkiraannya beratnya kan sudah saya beri tahu, ditimbang hidup, dipotong terus ditimbang satu persatu..

      SEMANGGAAATTTTTTT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s