Meningkatkan Daya Saing

Saat tidak ada sumber daya dan penuh keterbatasan.

Saya menduga bahwa meeting sore itu pasti akan sangat menegangkan.. karena omset turun terus, sementara para “Field Forcenya” (FF) merasa kesulitan untuk menjual.. diskon sudah ditebar tampaknya tidak goyang juga, padahal jaman dulu jualnya begitu gampang gitu loh.. dan alasan yang akan disodorkan ke BigBos lemah semuanya.. Menurut informasi dari lapangan karena adanya pesaing baru yang lebih hebat, produk dianggap kuno dan alasan alasan yang lain.. Hmm alasan yang prosentase terbanyak mana ya..? terus mulai kapan alasan itu ada..? maksudnya kalau lama, mengapa bisa lama..? apakah sdanya keterbatasan sumber daya..?

BigBos    :”Kenapa kamu gak bisa jual..”

saya melihat FF si A, agak bingung menjawabnya.. masak mau menyalahkan diri sendiri..? ha.. ha..

FF si A    :”Sebab daya beli masyarakat sekarang tampaknya menurun pak..”
BigBos    :”Haa…? apa katamu..? apa buktinya..? saya melihat bukti yang lain..”

Buktinya yang didapatkan oleh BIgBos adalah jalanan makin ramai dengan sepeda motor baru, ok mungkin itu kredit.. Faktanya kredit macet dibawah 3 % saja.. perusahaan kreditor itu untung semua, malah tambah lama tambah banyak.. Artinya mereka mampu mengangsur.. dan yang beli cash juga banyak loh.. Coba lihat mall-mall, resto-resto, Hp-Hp baru dst.. semua laku..

BigBos    :”Semuanya pada dibeli.. mengapa orang-orang itu tidak beli sama kamu.. itu artinya daya jual kamu yang menurun..”

Hmmm sekarang ganti saya yang gawat he.. he.. sebab kalo BigBOs mengatakan daya jual yang turun artinya

1) Teman-teman harus ditraining selling skill teknik yang baru, bila perlu mengajari mereka dengan ilmu gendam.. he.. he..
2) Produknya harus diotak atik, sedemikian rupa sehingga mempunyai daya jual yang tinggi.. masalahnya produknya itu itu saja. Fiturnya itu itu saja.. Benefitnya juga itu itu saja.. segala macam buku sudah saya baca.. saya sudah tanya beberapa orang dokter spesialis tabib dll, memang semuanya mengatakan begitu dan tidak ada fitur baru yang bisa ditambahakan pada produk itu..

Note :

Produk yang saya tangani ini mempunyai 12 macam fitur, dan 24 macam benefit.. dan pada waktu sebelumnya sudah disepakati bahwa 2 fitur dan 4 benfit akan di lounch ke pasar untuk masa 3 tahun.. Artinya umur produk ini diharapkan bisa bertahan sampai dengan 18 tahun lamanya.. sehingga tidak membebani biaya development.. dan tentunya pada tingkat keuntungan yang tinggi.. Faktanya belum sampai 5 tahun.. sudah 8 fitur yang di lounch ke pasar, hal ini terpaksa dilakukan untuk alasan supaya bisa laku dijual.. ternyata sekarangpun sudah macet.. loh.. gimana yah..? atau seluruh fitur itu mau lounch semua.. jadi semua senjata dikeluarkan tidak ada satupun senjata simpanan lagi.. artinya kalo gagal lagi, total jendral umur produk itu hanya 6 tahun.. he.. he..

Kebijakan ini tentu bukan saya yang mengambil.. adalah kebijakkan orang lama, dokter dan apoteker.. dulu bagian development dipegang beliau berdua.. Beliau berdua lebih condong ke medis ya istilahnnya indikasi gitu.. kalau saya cenderungnya asal bisa laku.. bila perlu efek samping yang saya jual, yang penting laku.. (hah.. efek samping malah laku..? benar.. next post ya.. he.. he..). Dulu memang belum ada divisi Business & Market Developmnet seperti saat ini..

Jadi ehemm ehem.. saya mau menyalahkan orang lain juga tidak bisa.. he.. he.. Ok lah.. saya ada usul bagaimana kalau masalah ini ditanggung bersama saja.. karena tidak ada yang disalahkan dan siapa yang mau disalahkan..? jadi saya bilang begini…

Saya    :”Bos.. bagaimana kalau ini dikatakan sebagai daya saing yang menurun..? jadi bukan daya jual..?”
BigBos  :”Lalu apa maksudmu…”

Sudah jelas, kalau daya saing yang kurang kita hanya memilih dua alternatif saja :
1. Bila lawan kuat maka kita harus menambah fitur, tapi
2. Bila lawan lemah maka kita tidak perlu menambah fitur fitur lagi.. pasti sudah menang..

Dalam ilmu catur (gak nyombong nih, dulu saya juara catur tingkat kota loh..), ilmu seni perang China SunTsu (tulisannya benar gak  ya..?) mengatakan demikan “Seranglah bagian musuhmu yang lemah.. bila kekuatan pasukan kita dirasakan kurang maka tambahkanlah..”

Jadi kalau kita mendapatkan musuh yang ringan maka kita tidak perlu menambahkan fitur diproduk, tidak perlu melatih teman teman ilmu gendam, apalagi harus inves produk baru.. waww.. surat ijin edar, merk dan DepKes saja mahal dan lama ngurusnya, belum kalau produksi harus dalam jumlah yang bannyak sehingga dibutuhkan modal baru yang besarnya ratusan juta dll.. dan sebenarnya yang paling dibutuhkan oleh perusahaan adalah butuh omset untuk bulan depan ini betul..?

BigBos  :”Terus.. apa langkahmu..?”
Saya    :”Kita mencari musuh yang lemah pak.. cari itu.., re targeting re segmentasi..”

BigBos    :”Kalau begitu kongkritnya saja, nanti di email ke saya..”

Gambaran mudahnya seperti ini..:

Saya ditawari kartu kredi Bank B*i, jelas saya tolak, karena ada iuran tahunan, kartu kredit C**B lah yang saya terima karena tanpa iuran tahunan sejak lahir dan tanpa minimal belanja..

Sementara teman saya meneriwa tawaran kartu kredit dari B*I, mengapa..? ternyata teman saya belum tahu bahwa ada kartu kredit yang tanpa iuran tahunan.. begitu tahu ada yang tanpa iuran tahunan, langsung teman saya minta aplikasinya kartu kredit C**B..

Itu artinya kartu kredit B*I bisa laku kalau ditawarkan kepada orang yang kurang pergaulan.. yang belum tahu banyakk mengenai kartu kredit..

Jadi produk ini ditawarkan saja kepada targetotarget yang tidak rewel, yang kompetitor memang belum masuk kewilayah itu, kepada orang yang memang tidak punya choice lain selain beli produk kita (air bekas cuci tangan kalau di padang pasir pasti diminum bukan..? bukan..!)

Kalau gak salah Bpk Mochtar Riadi punya konsep mulai dulu dari desa yang persaingannya lebih rendah.. kalau sudah kuat baru masuk kota.. (mohon maaf kalau saya salah kutip)

Uuppsss… ayo kita cross chek cehek dan re-chek lagi jangan asal ngomong ya….

Marketing mempunyai komponen 4PS, STP, UAI (menurut eyang kotler, mbah hermawan, om handi dll).
1. 4PS
* Price –> diskount sudah diberikan nyatanya tidak goyang.
* Promosi –> mau direkayasa, budget sudah habis,
2. UAI
* Awarnes –> Fitur cuma itu doang.., dan lagi butuh sosialisi lagi, lama
* Usage –> Fitur cuma itu doang, malah harus edukasi lagi, lama lagi.

Nah jadi yang paling mungkin kembali ke STP itu..

Waduh… kog jadi saya jadi lembur gak karuan nih..

saya     :”Bos bisa minta personal untuk membantu survey dll..”

BigBos :”Kamu butuh berapa orang, kecakapannya seperti apa..?”

Siiiiippppp lah……

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi

Advertisements

5 comments on “Meningkatkan Daya Saing

  1. Salam Sehat dan Tajir

    berkah untuk yang selalu posting artikel2 ini, mungkin untuk bisa lebih dekat silaturahimnya bisa add pin saya di 30f9cccc.

    banyak cara untuk membangun negeri ini.

    sehat dan tajir untuk semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s