Cara Menghitung Pangsa (Peluang Masuk) Pasar

Kalau mentraktir dua orang habis Rp 20 ribu di warung padang sih biasa.. yang gak habis pikir itu adalah.. kog bisa Real Madrid kalah telak 0 – 5 sama Barca.. itu yang bikin hati jengkel.. ha.. ha..

“Perhitungan Statistik untuk mengetahui peluang produk kita laku di pasar atau tidak”
“Cara mengetahui produk kita bakal laku atau Tidak”

Itu sama saja dengan masalah yang saya hadapi sekarang, kog masih ada cara pemasaran tambal sulam, produknya bagus tapi tidak laku kan aneh..? tapi bagaimana lagi, sebab saya dapat rejekinya dari masalah yang seperti ini dan sudah pasti banyak uangnya ha.. ha..

Dari awal, produk xx yang tidak bisa saya sebutkan namanya ini tidak pernah dilakukan survey pendahuluan, dan setelah dilounching ternyata macet total, pusing kan..? padahal produk xx ini, untuk produksinya membutuhkan ratusan juta, mestinya sebelum dilounch dihitung dulu berapa peluangnya bila masuk kepasar, kalau peluangnya kecil jangan di luncurkan dulu, lebih baik diperbaiki dulu produknya sampai didapatkan peluang yang besar, setelah itu baru produk ini diluncurkan.

Cara di atas akan menekan cost, dan memudahkan membuat program pemasarannya. Tidak seperti saat ini kondisinya kayak benang ruwet, lah pas anggaran juga semakin tipis..!! terus bagaimana mau balik modal..? masak mau tutup bangkrut..?

Bagimana cara menghitung peluang sebuah produk bila masuk kepasar..?

Nah contoh dibawah ini meskipun sederhana tapi amat sangat membantu, saya anjurkan bagi para marketer muda (soalnya rambut saya sudah ubanan jadi saya sudah tua ha.. ha..), ataupun para owner (terutama para engkong atau generasi tua), jangan gunakan insting melulu, gunakan riset yang gampang dan sederhana ini untuk memeriksa ulang apakah insting ini sudah betul, atau hanya emosinal kita sesaat saja..?

Rumus peluang masuk pasar

Biasa disebut dengan Indeks Pangsa Pasar adalah sebagai berikut :

IPP = Kesadaran x Ingin membeli x Puas setelah membeli

Kesadaran = artinya orang tersebut sadar membutuhkan produk/jasa tersebut,
Contoh : kalau wanita Afrika disuruh beli BH, jangankan disuruh beli, disuruh pakai BH saja mana mau..? karena tanpa BH mereka bisa merasa lebih sejuk kalau ada hembusan angin.. disamping itu kaum pria Afrika matanya juga tidak melotot kalau lihat payudara montok. Jadi artinya cewek Afrika tidak sadar kalau butuh BH.

Hmmm.. waktu di Freemantle banyak cewek-cewek bule cantik berjajar di pantai pada telangjang semua.. eee.. tahu gak..? yang pada kabur adalah cowok Indonesia.. karena ada perubahan pada tubuh mereka.. tapi anehnya cowok-cowok bule yang ikutan telanjang disitu, tubuh mereka tidak ada perubahan sama sekali.. normal-normal saja.. kog bisa gitu yah..?

Ingin membeli = artinya meskipun produk/jasa tersebut disandingkan dengan kompetitornya, Orang tersebut tetap ingin membeli..,
Contoh : ada produk baru misal Ax*s (berbasis GSM), ketika disandingkan dengan IM6 dan Kartu remi (yang sama-sama GSM) atau disandingkan dengan kartu serbabiasa atau Asia (yang berbasis CDMA) tiba-tiba saja orang tersebut ingin mencoba dan membeli produk Ax*s, artinya orang ini tertarik untuk membeli.

Puas = artinya ketika orang tersebut mencoba produk/jasa, tidak kecewa, atau merasa rugi. bahkan ingin beli lagi..
Contoh : Ada produk sepeda motor dari Tiongkok, setelah dibeli, sepeda motor itu dicoba dari Surabaya ke Sidoarjo, ternyata di tengah jalan ada satu komponen yang lepas dan mogok.. Orangnya malu, kecewa dan kapok.. itu artinya : orang tersebut tidak puas.

Mencari Data

Kalau sudah tahu rumusnya, terus bagaimana cari datanya..? caranya dengan mensurvey sekelompok orang, satu kelompok misal ada 25 orang atau lebih, Kalau mau akurat, banyakin kelompoknya, bisa 3 atau 4 kelompok. Supaya tidak salah dalam membuat kelompok ada beberapa caranya.. ada yang random, ada yang clasified, dll
next post saja yah akan saya jelaskan.

Supaya mudah, cari sembarang orang saja (random) namun masih harus disesuaikan dengan sasaran produknya (jangan asal ngawur.. produk BH tapi yang dirandom cowok gitu..), kemudian produk/jasa tersebut dipresentasikan kepada orang-orang yang ada pada kelompok tersebut. Kemudian catat
komentarnya..

Contoh :
Produk yang dijual adalah BH ukuran dewasa (misal lingkar dadanya 38), maka dicari wanita yang berumur mulai 20 thn Sampai dengan 60 tahun.. yang payudaranya sudah berkembang sumpurna, jangan anak-anak, gak bakalan dia punya buah dada.. terus ditemukanlah wanita misal namanya si A,B,C dan D. Wanita ini kemudian ditanya sbb :

Pertanyaan 1 :”Mbak saya punya BH, mbaknya butuh apa enggak..?
si A menjawab : “saya tidak pernah pakai BH”, ya sudah jangan ditanya lagi
Si B, C dan D menjawab : “Ehmmm.. saya butuh BH”, nah.. yang kayak gini bisa dituruskan dengan pertanyaan selanjutnya..

Pertanyaan 2 :”Mbak ini ada dompet, ada tas, ada Bh merek Trampil dan Wakul.. mbaknya pilih mana..?”
Si B menjawab :”Woi.. BHnya kog terbuka yah.. saya tidak suka, saya mencari BH yang besar dan tertutup untuk gunanya untuk menyimpan uang..” ya sudah gak usah ditanya lagi.
Si C dan D menjawab :”Mau beli BH yang ini, soalnya bentuknya kayak jeruk.. kayaknya kita butuh BH yang sedikit terbuka biar sejuk..” OK.. terus dilanjut ke pertanyaan berikutnya..

Pertayaan 3 :”Setelah mbak coba.. menurut mbak bagaimana..? suka apa enggak..?
Si C menjawab :”Hmmm… wah ternyata setelah dipakai seharian payudaraku kog jadi gatal.. kelihatannya bahannya terlalu kasar, saya suka yang lembut”
Si D menjawab :”Hmm saya suka dengan BH ini.. nyaman rasanya, malah pinginnya saya pakai selama seminggu gak usah dicuci..”, Nah ini loh konsumen yang kita cari, jadi kalau dimasukkan ke rumus sbb :

IPP = 3/4 x 2/3 x 1/2 = 6/24 = 1/4

si D ini adalah pelanggan kita, hanya 1 orang diantara 4 orang wanita yang kita survey, jadi peluang kita sukses menjual BH adalah 25 %..

Menentukan kecukupan jumlah orang yang disurvey

Nah kalau kelompok pertama hasilnya 25%, tapi kelompok kedua 35% atau hasil dari kedua kelompok tersebut berbeda jauh, artinya kita salah ambil orang atau ngambil orangnya kurang banyak.. jadi banyakin kelompoknya sampai kita menemukan hasil persentasinya pada semua kelompok hampir mirip semua..

Berapa nilai standar IPP ?

Dan setelah saya survey, ternyata peluang produk xx (IPP xx) masuk kepasar adalah 12 %.. Pertanyaannya.. peluang 12 % ini apakah angka yang cukup tinggi atau malah terlalu rendah..?

Nah cara untuk memeriksanya adalah ambil saja produk kompetitor terdekat (produk/jasanya paling mirip dengan produk kita), kalau bisa cari yang market leader atau yang laku dipasaran, dengan cara yang sama kita cari datanya kemudian kita bandingkan.., uupss tapi ketika survey nama dagangnya disembunyikan loh.

Dan setelah saya hitung IPP kompetitor yang menjadi  market Leader ternyata cuma 9%, nah lo… bingungkan..? kenapa produk xx, yang IPP nya lebih tinggi 3% dari produk kompetitor malah susah masuk, penetrasinya lambat sekali.. bahkan muter-muter dan naik turun kayak yoyo..?

Tambahkan variabel seperlunya

Oooo… ternyata rumusnya harus ditambah lagi yaitu “Ketersediaan produk”, apakah produknya telah tersedia di beberapa outlet..? variable “ketersediaan produk” adalah yang kemungkinannya cukup besar sebab punya kompetitor saja hanya 9%..?

Setelah saya teliti dengan diagram pareto (pareto..? next post ya..?) ternyata produk xx hanya tersedia di outlet-outlet kurang dari 10%, artinya begini, misal di surabaya ini ada 10 toko yang menjual BH, bila yang menjual BH merk ini hanya 1 toko saja, maka ketersediaannya adalah 10%. akibatnya IPP xx berubah menjadi sbb :

IPP xx = Kesadaran x Ingin membeli x Puas setelah membeli x ketersediaan produk = 1/4 x 10/100 = 10/400 = 1/40

wow.. ternyata IPP xx kecil cuma 1/40, (untuk produk-produk tertentu yang target pasarnya besar, angka segitu sebenarnya sudah sangat bagus),

Nah kalau pembaca ingin menambahkan satu variabel lagi seperti daya beli konsumen..? silakan saja masukkan ke rumus, jadi rumusnya nanti berubah menjadi :

IPP = Kesadaran x Ingin membeli x Mampu membeli x Puas setelah membeli x Ketersediaan produk

Tambahan variabel ini bergantung pada masalah yang dihadapi, gunanya adalah untuk mengetahui hal-hal lain yang masih tersembunyi, tapi menurut hemat saya variabel-variabel di atas sudah bisa mewakili (kalau saya sih pilih terus diteliti, sebab bayarannya pasti nambah ha.. ha..). namun kalau IPP nya kecil sekali, sebaiknya diperiksa lebih mendalam lagi.. gampangnya diurut saja dari marketing mix seperti STP UAI P4 dst, next post ya… (terus biar tidak tanggung-tanggung analisanya pakai multivariate, tapi ini statistik bangetzzz… saya susah menulisnya disini). Kembali kemasalah yang diatas.. jadi kalau Anda punya rumus (variabel) lain silakan saja, gak usah takut menambahkan.. Jangan lupa nanti hasil perhitungannya dibandingkan dengan kompetitornya ya.., tentu saja dengan rumus yang sama..

Terus berapa omset yang kira-kira bisa kita raih bila jumlah penduduk x orang dan ada sejumlah Y kompetitor..? dan berapa lama untuk mencapai omset sebesar itu (untuk menentukan kapan balik modal)..?, yakin deh sudah pernah saya post cari saja di bulan berapa gitu pasti ketemu..

Nah.. sekarang mengapa post saya bulan ini mungkin hanya cuma satu..? sebab Mesi ternyata masih jago dari pada Ronaldo.. ha.. ha..

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi.

Advertisements

4 comments on “Cara Menghitung Pangsa (Peluang Masuk) Pasar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s