Memilih SPG Dan Membentuk Tim Yang Solid

Tantangannya adalah : semuanya dilakukan dalam waktu yang singkat..!

Postingan yang ke 2 dari 3, Oleh-Oleh dari pameran

Tiba-tiba saja, saya mendapatkan tugas untuk mengawal pameran ditiga tempat sekaligus dengan waktu yang bersamaan dan berhimpitan, dan persiapan yang sangat pendek.. 4 hari saja

SPG/B=Sales Promotion Girl/Boy

Agen-agen SPG/B, membagi SPG/B dalam berbagai tingkatan. Nah agen SPG yang saya kunjungi ini membaginya menjadi 3 saja :
1. SPG/B biasa : pendidikan biasa (rata2 SMA), tinggi badan, kulit dst ya biasa semua, tarif 8 jam start Rp 100 ribu
2. SPG/B super body : seperti SPG biasa, namun wuiih.. bodynya montong-montong semua, kulitnya putih bersih, rambutnya berkilau, sedangkan SPBnya badannya tegap atletis semua, start Rp 150 ribu.
3. SPG Pro : ini yang personalitynya baik.. kemampuan menjual baik.., menurut agen SPG ini bisa disetarakan dengan representative perusahaan, maksudnya begini, kalau SPG Pro ini melamar menjadi staf penjualan di perusahaan, kemungkinan diterima itu besar, buktinya banyak lulusan SPG Pro dari agen ini, menjadi karyawan tetap dibeberapa perusahaan,. start Rp 200 ribu

Yang membedakan tingkat-tingkatan SPG/B ini adalah :
1. Pengetahuan :
Pengetahuan umum mengenai kesehatan, kecantikan, teknologi dan pengetahuan khusus seperti mengerti linux, setting modem dll
2. Ketrampilan :
Ketrampilan umum seperti ketrampilan menjual, ketrampilan khusus seperti berbicara di depan umum (hayo.. ada gemetaran ya..?) menangani orang marah dll.
3. Ciri Fisik :
* Bentuk tubuhnya wuih.. montong-montong, cocok untuk SPG produk sliming, pengencang payudara (mana ada pembesar payudara..?, yang penting bukan besar kecilnya buah dada, tapi kontur payudaranya..!! betulkan kan ibu-ibu ee bapak-bapak..?) termasuk alat2 olah raga dll.
* Warna kulit (eeiit, bukan rasialis nih.., meskipun sekarang banyak SPG tionghoa), rata-rata kulitnya bersih atau langsat, cocok untuk SPG kosmetik, spa dan obat kulit.
* Pesona rambut.. pasti tahulah.. untuk apa..!!
4. Personality yang baik, wah agak susah menjabarkannya, bentuk tubuh gak montong, cantik juga enggak.. tapi secara fisik baik bentuk tubuh dan wajah sudah pasti menarik dan mendorong dan meskipun bukan selalu mahasiswa dari perguruan tinggi yang heboh, tapi pengetahuan dan ketrampilannya sudah pasti OK..
5. Fleksibelitas dan mobilitas, maksudnya bersedia menginap di luar kota, pulang malam.. dst.. Hmmm… ternyata sulit ya jadi SPG/B itu ya..?

Agen :”Untuk SPG/B pro, bisa untuk pameran, lounching produk, melobi, konference, melakukan kegiatan administrasi dll, jadi tidak selalu berhubungan denngan promotion saja.. semuanya bisa, bapak tinggal sedikit memberikan pelatihan, sudah langsung siap..!!”
Hmm ada gak ya SPG Pro tapi juga montong-montong..?
Agen :”Ada juga sih pak SPG Pro yang bodynya montong, tapi saya tidak punya banyak.., cuma 2 saja..”
Loh orang ini kog bisa membaca pikiran saya yah..?

kebutuhan SPG 6 orang, 3 sift pagi dan 3 sift malam, kalau pakai SPG Pro biayanya gak cukup, tapi kalau pakai SPG Biasa/Montong ada resiko tidak lulus pelatihan, padahal waktunya cuma 3 hari lagi, hii.. ngeri..
Agen :”Apa produk knowledge itu harus to pak..?”
Loh.. orang ini kog bisa baca pikiran saya yah..?
Saya :”Benar, penelitian membuktikan bahwa keberhasilan dalam penjualan berkaitan dengan produk knowledge, terus produk yang akan kita perkenalkan di pameran adalah produk yang belum dikenal mayarakat, tingkat awarnesnya rendah.., jadi butuh SPG yang mampu menguasai produk dengan baik”
Agen :”Mestinya SPG cukup diajari cara singkat, mengenai selling poin produk, perbandingan dengan kompetitor, keunggulannya apa, cara pakai dstnya, kalau hanya seperti itu, mestinya gak harus SPG yang pinter to..?”
Saya :”Masalahnya kompetitornya banyak dan dari berbagai macam jenis, salah ngomong citra perusahaan malah turun.. bahan promosi (brosur) kurang mendukung.. produknya tidak bisa didemokan.. disamping itu tugasnya SPG ini tidak hanya membagi brosur saja, namun mengedukasi konsumen dan menjual produk..”
Agen :”Supaya budget turun bagaimana kalau di mixed saja..?, jadi untuk tiap tim ada 1 orang SPG Pro dan 2 Orang SPG bodi super..?”
Loh.. orang ini kog bisa baca pikiran saya ya..? Usulan ini bagus juga.. tapi bagaimana dengan kerjasama Tim..?
Agen :”Mengenai kerjasama tim, kami akan membantu mengkondisikan Tim, sebab pasangan ini sudah pernah bekerja dalam satu tim. Biasanya orang yang mengambil SPG dari kami tidak pernah menanyakan mengenai kerjasama tim, hanya bapak saja yang risau…”
Saya :”Bukan begitu pak.., mereka itu terburu-buru karena adanya tekanan operasional, dan jarang ada waktu untuk meninjau kembali, saya juga mengalaminya sekarang”

Untuk memutuskan langkah terbaik sebenarnya harus menggunakan analisa keputusan , namun pada kondisi 30 menit ini tidak mungkin membuat analisa/tabel-tabel, intuisilah yang saat ini berjalan dipikiran saya.. semoga intuisi saya benar, kalau salah..? saya ini juga manusia biasa. Saya memutuskan untuk mengambil SPG super body dan saya kombinasikan dengan representative perusahaan sendiri yang mempunyai pengetahuan produk terbaik, Mengapa untuk menjalankan pameran tidak mengerahkan seluruh tenaga representative perusahaan saja..? kalau semua representative jaga di pameran, maka operasional penjualan bisa berhenti betul..?, karena itulah membutuhkan bannyonya (bantuan) SPG,. Nah…resiko yang mungkin timbul adalah kurangnya kerjasama tim, SPG berbeda dengan Representative kebiasaan dan cara kerja, latar belakang dan kemampuan, yang jelas mereka tidak pernah bekerjasama sebelumnya.. pasti butuh penyesuaian.

Untuk membuat tim yang solid, ada banyak yang harus diperhatikan, namun untuk waktu yang sesingkat ini saya mengutamakan 5 hal saja, yaitu .:
1. Tujuan, mereka harus paham tujuan tim pameran ini dibentuk dan tujuan dari sub tim, siapa yang membuat tujuan..? yang menentukan target utamanya adalah BigBos.. saya hanya menjabarkan ke detail teknisnya..
* Tujuan dibentuknya tim pameran : Mengedukasi konsumen, Mendapatkan penjualan, Memberikan citra yang baik perusahaan dan produk.
catatan : agar tujuan tadi dapat tercapai maka kita tentukan dulu ada berapa tim yang seharusnya dibentuk dan bagaimana struktur organisasinya, setelah itu baru di”breakdown” tentang tujuan, pelatihan, peralatan dan peraturan yang dibutuhkan masing-masing tim.
* Tim Installasi pameran : 1) Membuat desain layout yang baik 2) Memasang dan membokar stan pameran
* Tim SPG : 1) Mengedukasi konsumen, minimal memberikan informasi. 2) Mendapatkan penjualan sebanyak-banyaknya. 3) Menjaga citra perusahaan
* Koordinator tim : Mengkoordinasi tim agar bisa mencapai tujuan, fungsi tambahan melayani konsultasi konsumen, pelatihan dan administrasi .
2. Struktur organisasi, berapa jumlah tim dan anggotanya yang dibutuhkan agar tujuan tercapai..? kemudian pemilihan orang yang tepat pada pekerjaannya dan penempatan yang tepat pada timnya.
* Tim Installasi terdiri dari 4 orang termasuk sopir, komandannya adalah grafis designer. laporannya diberikan kepada saya
* Tim SPG ada dua tim (sift malam dan pagi), pembentukan tim SPG berdasarkan masukkan dari agen (SPG bernama LD dan KD kurang bersahabat jadi harus beda tim, ya percaya saja deh..), masing-masing tim ada 3 orang SPG, laporannya diberikan kepada koordinator Tim
* Koordinator tim ada dua orang, SPG bernama LD sebaiknya di masukkan ke tim yang koordinatornya Bagus, alasanya LD kemampuan administrasinya baik, bisa membantu si Bagus yang administrasinya kedodoran, plus karena Bagus naksir LD (wah.. kalau ini beneran bisa konflig interest loh.., untungnya ini cuma bohongan.) laporannya diberikan kepada saya
3. Pelatihan/pengetahuan : Pelatihan/pengetahuan apa saja yang harus diberikan kepada tim dan anggota tim agar bisa mencapai tujuannya..? siapa yang melatih..? saya dong masak BigBos..? dibantu koordinator tim.
* Tim Installasi : Desain backdrop/display disesuaikan dengan konsep pemasaran dan tema pameran, jenis kegiatan apa saja yang dilakukan di pameran, teknikal meeting dengan panitia (event organiser).. yang melatih saya.
* Tim SPG : Pengetahuan produk, kompetitor, cara pakai, selling poin, cara membagikan brosur, ketrampilan menjual dll. Pelatih utamanya adalah koordinator tim, saya hanya melatih yang kurang-kurang saja seperti bagaimana cara memberikan citra perusahan yang baik, cara mengedukasi sehingga konsumen sadar dan butuh produk jadi saat konsumen membeli disebabkan karena butuh, bukan membeli karena ingin mencoba.., plus evaluasi.
* Koordinator Tim pameran : karena adalah representative perusahaan jadi cukup mengajari administrasi penjualan pameran dan sistem prosedur seluruh operasional pameran saja, yang melatih saya..
4. Alat ; Alat apa saja yang akan digunakan agar tim dan anggota tim bisa mencapai tujuannya..?
* Tim Installasi : Laptop untuk desain, kawat, tali, tangga, lampu penerangan, mobil box dll, siapa yang menyipakan bahan-bahannya..? bagian umum perusahaan, koodinator tim membantu chek listnya untuk memastikan bahwa semua kegiatan di stan pameran bisa berjalan lancar..
* Tim SPG : Brosur sebagai alat presentasi, sample produk untuk dicoba oleh konsumen, alat tulis, uang kembalian (susuk) dll, yang menyiapkan alat-alatnya adalah bagian promosi (divisi penjualan atau pemasaran) perusahaan.
* Koordinator tim : Laptop untuk konsultasi dan visualisasi 3D, form untuk melakukan chek list dan administrasi, kalkuloator, produk jual dll
5. Peraturan (tata tertib) dan penjabaran kerja (tugas, tanggung jawab dan wewenang), yang seperti apa sehingga tujuan tim dan anggota tim tercapai..?
* Tim installasi pameran : 1) Saat pemasangan, Rabu pagi sudah siap dengan barang yang dibutuhkan, siang sebelum 14.00 wib intsalasi stan pameran sudah selesai. Instalasi pameran diserah terimakan kepada koordinator tim pameran pada pukul 14.00 wib. 2) Saat pembongkaran, Minggu tepat pukul 21.30 WIB sudah berada di lokasi pameran, Serah terima dari koordinator tim pameran dan chek list ke tim instalasi pembongkaran, dst
* Untuk Tim SPG : 1) Pukul 09.00 wib sudah harus berada dilokasi pameran. 2) wajib memakai atribut/seragam, bila sakit kunjungi dokter, eee laporan ke koordinator dong. 3) Ganti sift setiap pukul 15.30 wib. 4) Sebelum pulang membuat laporan kepada koordinator tentang bla.. bla.. 5) Berhak mendapatkan komisi sebesar 10% dari penjualan, bila target penjualan masuk mendapatkan insentif Rp 500 ribu dst
* Koordinator Tim Pameran : 1) Memimpin meeting sebelum dan sesudah pameran dibuka. 2) Menegur, mengarahkan, memberikan contoh kepada para SPG. 3) Mengatur jadwal sift istirahat 4) Membuat laporan administrasi, 5) Menghitug bonus SPG. 6) Berhak mendapatkan bonus 5% dari seluruh penjualan, bila target masuk mendapatkan insentif 1 Juta. 5) Bertanggung jawab atas semua properti pameran, termasuk chek list dan serah terima kepada bagian keamanan pameran dll

Nah.. ternyata waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan 5 hal diatas sangat pas banget.., dan hasilnya Alhamdulilah sukses…

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi..

Advertisements

6 comments on “Memilih SPG Dan Membentuk Tim Yang Solid

    • oo.. bru tahu ada komen di sini.. great.. if you start business, replace “I know” with “I need to know”, but I’m sorry, i just businesman not truly entrepreuner so..
      i prefer to the market then “production”, e.q. i want to be an broiler agent, i don’t buy any chiken/broiler. i just offer & offer..i ‘ll buy it, if there’s a request.. this may not be profitable.. but certainly minimum loss.. suitable for beginners “who need to know..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s