Tentukan Siapa Penentu Pembelian, Bukan Siapa Pemakainya.

Jangan sampai peristiwa ini menimpa Anda.. wuih.. Anda bisa jengkel abis…

Saya :”Ni hao ma..?
Loh.. semua kog pada diem ono opo to iki…??
Direktur:”Hen hao.., tapi iki ono masalah…, media cetak ini, di Jawa Timur oplahnya gede.., kita sudah kontrak pasang iklan 5 kali, tapi sudah dua kali iklan ini dimuat, tapi calon konsumen yang merespon ke kantor kantor cabang sangat sedikit banget, padahal kita sudah keluar banyak uang..”

Yang dipertimbangkan saat memasang iklan di media cetak.. wooi yang harus dichek banyak itu..!!
1.    Diseputaran media  itu sendiri :

  • Jenis medianya, apa masuk golongan hobi, umum, wanita,  olahraga, dst.
  • Jelas oplah media besar belum cukup, siapa tahu distribusi ke kota-kota tidak  merata..?
  • Seingat saya kalau hari Sabtu dan Minggu hampir semua media oplahnya turun sampai 30-50%.
  • Terus dipasang dihalaman mana..? bagian apa..? banyak enggak yang baca bagian itu, terus topik iklan nyambung enggak dengan topik yang ada di halaman itu..? kalau iklan healthcare dipasang di halaman politik kira-kira gimana ya..?
  • Posisinya ? atas/tengah/bawah, warna/hitam putih, besar kecilnya iklan,.
  • dan lain-lain, Intinya mudah apa enggak menemukan iklan kita, mulai dari media cetak itu mudah apa enggak ditemukan, sampai iklan kita terlihat apa enggak di  halaman yang besarnya kayak itu.
  • Frekwensi iklan juga mempengaruhi.


2.    Diseputaran materi iklan :

  • Kata-katanya menarik apa enggak..?(kata-kata yang ampuh itu kayak apa ya.. next post ya..) ?
  • Desain iklan bagus apa enggak..?
  • Produk : Manfaat dicantumkan enggak..? selling poinnya apa..? keunggulannya apa..?, kemudahan-kemudahan lainnya apa..?
  • Uppss.. hati-hati kalau produk/jasa kita baru (aneh/unik) mau berhemat jelas sulit, karena iklan ini harus bersifat edukasi..,
  • dan lain-lain, Intinya iklan itu adalah sebuah penawaran yang sulit untuk ditolak.
  • Uppss.. kalau kriterianya adalah respon pelanggan ke kantor cabang, jangan lupa mencantumkan alamat kantor cabang plus nomor telepon agar pembaca bisa berinteraksi.

3.    Jangan lupa karakteristik pembaca

  • Apakah pembaca dari usia tua/muda, kota/desa, menengah/bawah, dst. Intinya chek semua variable demografi.

4.    Dan lain-lain, intinya hubungan komunikasi antara produk/jasa dengan konsumen, melalui media cetak harus lancar

Direktur :”Semua sudah dibahas sebelumnya.., semuanya beres.”
Representative :”Benar pak..!!, mungkin harinya pak.. kalau dipasang setiap hari hasilnya lebih baik pak..!!”
Saya :”Ya jelas baik untuk media cetak Anda.., pasti ada kenaikkan respon dari konsumen, masalahnya, sesuai apa enggak antara dana yang kita keluarkan dengan hasil yang akan kita dapatkan.., masalahnya ya itu loh mas..!! respon kemarin menurut catatan pak direktur cuma 6 call perhari.. paham?”
Representative :”Paham pak.., coba layout iklan diperbesar, kemudian iklan ditampilkan di halaman belakang atau cover bagian depan bagaimana..?
Direktur :”Vdit.. ini repot, bapak ini (representative) mintanya selalu iklan diperbesar, dipersering, ditaruh dihalaman muka, dibelakang, kalau begitu, dipasang urut saja dari halaman muka sampai belakang.. ha.. ha..”
Saya :”Eee.. btw.. media cetak bapak ini karakteristik pembacanya apa to..?”
Representative :”Banyak remajanya pak..!!, cocok dengan produknya..!!”
Saya :”OOoOOoo.. media remaja..?, bukan dari media wanita/ibu-ibu..? ya pantas kalo responnya sedikit..”

Antara pemakai produk/jasa dan penentu keputusan untuk membeli  itu tidak selalu sama loh.. Contoh seperti ini

Produk Pemakai Penentu
Dot bayi Bayi Ibu, mana ada bayi bisa memilih dot.., papanya jelas punya dot andalan..
Tas anak-anak TK Anak2 Ibu, karena yang punya uang, punya kekuatan untuk menolak,
Anak-anak TK masih jarang yang bisa mempengaruhi ibunya, butuhnya masih dot susu..
BH menyusui Ibu Ibu, bapaknya ho oh saja..
Kosmetik remaja
Termasuk pembalut
Remaja putri Ibu. karena yang punya uang dan punya pengalaman kosmetik, putrinya hanya mempengaruhi saja
Khusus untuk pembalut, apalagi ini untuk yang pertama kali bagi si putri, pasti deh diserahkan papanya, ee mamanya
Mobil keluarga Keluarga, terutama ibu dan bapak Bapak, karena wanita tidak mau tahu dibidang mesin, maka biasanya diserahkan ke bapaknya apalagi bapaknya pegang power keuangan.

Nah.. disinilah masalahnya :
1. Target yang dituju adalah anak muda/remaja banget, namun anak muda belum punya power untuk membeli,  terutama dari keluarga kelas menengah bawah.
2. Sementara media cetak yang dipakai adalah media anak remaja.
3. Jadi ada kemungkinan remaja yang membaca iklan ini sebenranya tertarik, namun gagal mempengaruhi orangtuanya.. pantes responnya sedikit bannget

Saya :”coba di chek.. yang telpon ke kantor cabang anak remaja atau ibunya..?”
Direktur :”Betul yang telepon adalah ibunya..”

Namun bukan berarti gagal total, mungkin bisa bermanfaat 4-6 tahun lagi, ha.. ha.., seperti Jawa Pos menyediakan rubrik untuk remaja, si Det, jelas anak seumur SMP/SMA tidak berlangganan koran, yang berlangganan adalah orang tuanya.. tapi 4-6 tahun kemudian pasti deh mereka berlangganan koran Jawa Pos apalagi di Jawa Pos ada komunitasnya.. Saya borong saham jawa pos sekarang, 6 tahun lagi Hmm pasti rasanya gurih dan nikmat sekali, karena mungkin Jawa Pos akan bisa merambah Jakarta, melalui anak remaja ini…

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s