Menjual Adalah Perang Persepsi

Jadi antara satu orang dengan orang yang lain bisa berbeda penilaian terhadap sebuah jasa atau produk..

Buktinya bila barang/jasa itu benar-benar bagus/hebat bukan persepsi mestinya dimana-mana produk itu laku, faktanya ambil contoh :
* Video palyer Beta Vs VHS, kata orang Eropa format VHS itu gambarnya lebih bagus, di Eropa format VHS laku keras, tapi di Indonesia video player Betalah juaranya, artinya orang Indonesia memutuskan bahwa video player Betalah yang terbaik.
* Di Indonesia mobil Nissan sangat jarang di jumpai di jalan, apakah berarti mobil Nissan jelek..?, Ooo tentu tidak sebab di negara-negara Arab, wuih.. mobil nissan ada dimana-mana, kata orang Arab mobil Nissan adalah yang terbaik..

Persepsi inilah yang kemudian “otak-atik” oleh para penjual, sebagian penjual memainkan persepsi dengan cara membuat kata-kata yang membuai dalam iklan, ada yang membuatnya dalam batas-batas Integritas, sebagian lagi bisa dikatakan “menjebak konsumen”, minimal menggunakan perhitungan-perhitungan yang rumit sehingga konsumen tidak tahu, kemudian berlindung dalam kalimat “syarat dan kententuan berlaku” yang biasanya dilewatkan oleh konsumen, karena konsumen dari awal sudah terbuai dengan sensasi kalimat dalam iklan.. Berikut ini adalah pengalaman saya terbuai oleh iklan dan saya terjebak oleh persepsi saya sendiri.

Akhir-akhir koneksi internet saya lambat sekali, saya memilih layanan “kecepatan dari mbahnya telekomunikasi Indo” dengan alasan karena menggunakan kabel mestinya lebih stabil, saya sudah telpon ke CS beberapa kali, bahkan petugas maintenance sudah datang ke rumah dan jawabannya “Sebaiknya bapak pindah ke paket yang Rp 500 ribu/bulan, kalo paket yang Rp. 200 ribu/bulan memang mentok 10-20 kbps, tidak ada kerusakan apapun dengan jaringan bapak maupun laptopnya..”

Waktu saya bingung mencari penggantinnya, anak saya datang dengan membawa brosur iklan sebuah layanan internet..
Lala:”Papa pindah ke “cepat net dari gembira rokok” saja.. sebab TEKNOLOGI EVDO, MODEM GAK USAH BELI..klaim KECEPTAN 346 kbps untuk 2 G pertama selanjutnya, turun menjadi 64 kbps, sudah MURAH cuma Rp 175 ribu/bulan, UNLIMITED lagi..”

Jadi saat itu saya di Bom dengan kata-kata :
1. Teknologi EVDO, yang asing bagi saya, tapi katanya lebih hebat dari pada 3 G.
2. Tanpa beli modem
3. Murah
4. Cepat, koneksi setelah 2 G masih 64 KBPS
5. Plus kata-kata UNLIMITED
dan ada satu faktor lagi yaitu yang ngomong adalah putri saya (coba kalau yang ngomong istri saya, pasti masuk telinga kiri keluar teling kanan. ha.. ha..), ini yang membuat pikiran saya menjadi bias, kurang rasional..
saya :”Yupp.. kita ambil saja paket Cepat net dari gembira rokok..”

Kira-kira setelah dua minguan berlangganan cepat net..
Lala ;”Papa ternyata cepat net itu tidak Unlimited, faktanya yang benar adalah Limited dan betul-betul lambat..”
Saya :”Lah kog kamu bisa mengatakan Limited, caramu menghitung itu bagaimana..? padahal dalam promosi yang tertulis di koran adalah Unlimited, apa gak salah menghitung..?”
Lala :”Benar kog pa.. sebenarnya Limited disamping itu secara volume, dapatnya juga sedikit karena kecepatan download realnya 8-9,5 kbps..”
Saya :”Coba papa lihat cara mengitungmu seperti apa..?”

Volume yang bisa di downlload selama sebulan rumusnya adalah :
kecepatan volume download x 60 detik x 60 menit x 24 jam x 30 hari = x kb, terus x kb dibagi 1.000.000 kb ketemu Giga * satuan dirubah ke detik semua

Dengan asumsi :
Sehari download 24 jam terus menerus, jadi tidur sambil download, makan sambil download, buang air besar sambil download, membaca koran sambil download dst, komputer nyala 24 jam x 30 hari, sebab orang ini pekerjaan atau penghasilannya dari download.. Alasan sebulan 30 hari adalah : pada tanggal 31 pergi jalan-jalan ke mall dan tidak mau diganggu dengan urusan internet..
Meskipun asumsi diatas adalah sangat tidak mungkin terjadi, ya gak apalah.. supaya pembaca tidak tambah kecewa.. ha.. ha..

Nah karena pada iklan ada klaim seperti ini :
Sebelum 2 G (2 juta kb) kecepatan 384 kbps, namun setelah 2 G kecepatan turun menjadi 64 Kbps, jadi volume yang bisa di download sebulan berdasarkan klaim.. di modif sedikit menjadi :

2 juta kb + 64 kbps x ( 30 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik – 2 juta kb / 384) =
2 juta kb + 64 kbps x ( 2592000 detik – 5028 detik) =
* artinya dalam 5028 detik sudah bisa download sebesar 2 Giga, kemudian ditambah sisa waktu di kali dengan kecepatan baru.
2 juta kb + 64 kbps x ( 2586972 detik) = 2.000.000 kb + 165.566.208 kb = 167.566.208 kb = 167 Giga

Nah 167 Giga inilah yang bisa kita download seandainya klaim itu benar, kalau sebesar ini saya juga setuju kalau dikatakan Unlimited, siapa sih yang mampu habiskan 167 Giga sebulan..?

Tapi fakta realnya menggunakan orbit standart tanpa di oprek, laptop A Note,Celeron M, 2 G standart
Sebelum 2 G kecepatan max 54 kbps, setelah 2 G turun jadi max 8 kbps, jadi volume yang bisa di download secara real sebulan.. adalah

2 juta KB + 8 kbps x ( 30 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik – 2 juta Kb / 54 kbps) =
2 juta kb + 8 kbps x ( 2592000 detik – 37037 detik) =
2 juta kb + 8 kbps x ( 255963 detik) = 2.000.000 kb + 20.439.704 kb = 22.439.704 kb = 22 Giga

Yaah.. kalau cuma 22 giga sebulan dipakai download film, malah kurang.. bener to..? mana unlimitednya..??
Apalagi saya plus anak saya sehari hanya pakai 8 jam (itupun tidak download terus menerus) atau 30% saja, artinya 22 giga x 33,3 % = cuma dapat 7,3 Giga.. yah kalo begitu limited sekali bukan..?

Jadi selisih antara klaim dengan realnya 167 – 22 = 145 Giga, Seandainya kalau kita download sebesar 167 sebulan sesuai klaim perusahaan itu masih untung, jadi kalau faktanya saya cuma download 7,3 Giga..?, wooww kebayangkan untungnya perusahaan itu berapa..?

Iseng-iseng saya hitung layanan internet “kecepatan dari mbahnya telekomunikasi Indo” secara real sejak start hari pertama kecepatannya cuma 12-18 Kbps, waduh.. gemes deh.. coba sekarang kita hitung
18 kbps x 30 hari x 24 jam x 60 menit x 60 detik = 46.656.000 = 46 giga.., kalau saya download 8 jam sehari, berari saya menghabiskan 15,3 Giga, Looh ternyata mbahnya telekomunikasi Indoneisa masih menang..

Nah.. saya baru sadar, saya ternyata di beri hitungan yang rumit sehingga sulit untuk berpikir rasional sehingga saya jadi terpengaruh dengan kata-kata unlimited, murah, tanpa beli modem, teknologi EVDO, sehingga saya memutuskan untuk berlangganan “cepat net dari gembira rokok”, padahal saya sebenarnya sadar bahwa jaringan kabel mestinya lebih stabil, dibandingkan yang tanpa kabel..

Jadi kalau Anda ingin barang atau jasa Anda laku Anda bisa bisa memanfaatkan titik presepsi ini agar orang mau membeli, saran saya sebaiknya yang ber Integritas..! supaya orang tidak kecewa dan dendam seumur hidup ha.. ha.. OO.. ya.. untuk memainkan persepsi ada banyak cara, tidak hanya melalui kata-kata saja namun juga bisa melalui kemasan, garansi, servive dll.. next post akan saya bahas, sabar ya..

Saya :”Saya mau pasang First Media, syaratnya apa, biayanya berapa mbak..?”
First Media tidak banyak gembar-gembor, iklannya biasa-biasa saja, namun dari testimoni teman saya “First Media sangat handal” (inilah yang membuat persepsi saya terhadap First Media menjadi baik).
First Media :”Mohon maaf pak First Media belum bisa menjangkau Babatan Mukti, karena untuk ke Babatan Mukti kabelnya harus menyebrangi Graha Family, sementara kita sudah ada MOU dengan perusahaan lain bahwa First Media tidak bisa menyebrang Graha Family”
Saya :”Yahhh.. terus pakai apa dong..?”

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi

Advertisements

3 comments on “Menjual Adalah Perang Persepsi

  1. hi, terima kasih untuk anda, artikel2 anda sangat bagus dan bermanfaat, namun ada salah perhitingan dalam artikel anda ini.

    satuan dalam koneksi internet itu bit, buka byte, jika kecepatan yang diberikan onleh operator adalah 384 kbps (kilo bit per second) , maka realnya kita hanya mendapat :

    384 : 8 = 48 kBps (kilo byte per second)
    karena 1 byte = 8 bit

    jadi jangan heran jika anda berlanggan internet dengan kineksi 1mbps (1 mega bit per second) anda hanya mendapat kecepatan 128kBps, karena 1 mb = 1024 b

    tapi terimakasih untuk anda, saya baru sadar sekarang trik ini. saya mo nyoba ah, tapi teteap dg menjaga intergritas tentunya.

    sukses untuk anda

    • weee baru tahu saya kecil sekali ya… benar itu.. sy skr pake paket *sia dinamis janjinya 600 kbps faktanya sy dapat 75 an kbps wkt donlod.. terimakasih ya…

    • weee baru tahu saya kecil sekali ya… benar itu.. sy skr pake paket *sia dinamis janjinya 600 kbps faktanya sy dapat 75 an kbps wkt donlod.. terimakasih ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s