Cara Mencari Peluang BIsnis dan Menutupi Kekurangan Diri Kita

Saya mohon maaf, terutama bagi penggemar berat pembaca SOLUSIBISNISMU.WORDPRESS.COM, bulan ini post saya sedikit, sebab saya sibuk nonton sepak bola piala dunia dan sibuk nyari clipnya ariel aura kasih, ha.. ha.. ha.. ha.. (dua kalimat diatas adalah kalimat yang stiky, next post akan saya ulas manfaat kalimat-kalimat stiky ini untuk selling WOM)

Pagi itu di Jawa Pos ada iklan yang tulisannya seperti ini :
Dapatkan Voucher Rp 50.000, untuk setiap pembelian Rp 250.000 di Hypermart, dengan menunjukkan guntingan iklan ini di kasir.

Kemudian saya menanyakan kepada para staf apakah ada yang berminat menggunting iklan ini..?, dan 6 orang staf administrasi mengatakan tidak berminat, alasannya mereka tidak akan belanja sebanyak itu di Hypermart. Hmm lumayan, saya dapat satu potong guntingan voucher.. Siangnya saya ke pos security, disini rupanya ada koran Jawa Pos.. pertanyaan serupa saya tujukan kepada mereka, dan jawaban mereka adalah sama : saya tidak bisa belanja sebanyak itu pak.. woww berarti saya dapat dua potong guntingan voucher Hypermat..

Kemudian ketika saya ke bank, dapat lagi satu potong guntingan dst, dst.. sampai akhirnya waktu pulang ke rumah saya mendapatkan 6 potong guntingan voucher iklan di Hypermart..

Kemudian anak-anak saya panggil.. (lala 2 SMP, Tyo 5 SD, Yobi 2 SD)
Saya :”Kalian pingin coklat..?, makan enak…?
Anak2:”Ya jelas pa..!!, pakai nanya lagi..!!”
Saya:”Ini.. papa bawa voucher Rp 50.000,- sebanyak 6 lembar.., jadi kalian bisa mendapatkan uang maksimal Rp 300.000 asyik kan..??”
Anak2:”Loh pa.. masak kita harus belanja 1.5 juta.. mana mungkin..?! dan barang yang sudah kita beli mau dijual kemana supaya untung Rp 50ribu ?!”
Saya:” Aduh.. kalian ini bagaimana sih.. masak lupa sama pelajarannya papa.. kalian tidak perlu belanja 1.5 juta..!”
Anak2:”Loh pelajaran yang mana pa..?”
Saya:”Bila punya tutup carilah wadahnya, bila punya wadah carilah tutupnya, bersinergilah”

Saya masih ingat, dulu sewaktu menjual vaksin hepatitis B, setiap orang yang mau vaksin biasanya melakukan test darah dilaboratorium untuk melihat sudah tertular virus B atau belum, kalau sudah tertular virus B ngapain harus vaksin..? (vaksin = untuk pencegahan), masalahnya saya tidak menjual alat test darah itu. Sedangkan seseorang yang telah diperiksa di laboratorium dan dinyatakan bahwa dirinya belum tertular virus B, biasanya timbul kesadaran untuk vaksin, masalahnya laboratorium tidak punya vaksin B. Inilah yang kemudian yang saya sinergikan.

Uupss ternyata penggabungan dengan laboratorium belum maksimal, kemudian saya maksimalkan dengan mengajak koran Surya (juga dengan Jawa Pos) untuk publikasinya.. kebetulaan program marketing Surya waktu itu bertema “peduli kesehatan dan pelayanan masyarakat” (Jawa Pos juga melakukan strategi yang sama, belakangan diketahui bahwa bapak Dahlan Iskan (sekarang dirut PLN)  saat itu sedang terinfeksi hepatitis B yang sangat parah), jadi saya mendapatkan publikasi secara gratis, bahkan saya juga mendapatkan tempat mewah untuk melaksanakan vaksinasi (Hotel simpang, Sahid, TP 1, graha pena, kantor Surya, dll ), makan siang, snack, dan pasien yang sangat banyak.. akibatnya selama 6 bulan berturut turut pencapaian sales diatas 115%, seluruh reprensentative dialiri uang dengan deras, akhir tahun saya naik panggung menerima penghargaan.. plus terbang ke luar negri.. ha.. ha.. indah sekali.. (lihat live show di … stop… gak usah dibahas, sebab masih bagus ariel-luna kog.. loh berarti sudah lihat dong..?, belum.., belum lihat ariel sama aura kasih kog..?!!)

Di kasir Hypermart SuperMall (PTC) Surabaya

Tyo:” Selamat siang tante..!!”
Tante:”Ada apa dik..?”
Tyo:”saya tyo tante ini kartu nama saya (ada tulisannya Belajar Musik Jadi Mudah, Bisa Paham Dalam 10 Menit Bahkan Kurang durianpeople.blogspot.com , ini kartu nama saya tante..”
Tante:”ooo kamu pinter main keyborad..?”
Tyo:”He.. he.. kalau ada ulang tahun, pesta atau yang lainnya tyo bersedia diundang, gratis kog tante..”
Tante:”Oooo.. ya… ya…??”
Tyo:”Tapi sekarang bukan itu tante, tyo mau jual vocher discount Rp50ribu, tapi saya jual cuma Rp.25ribu saja, kan lumayan.. tante masih untung Rp.25ribu, daripada tante beli JawaPos diluar, menghabiskan waktu, tenaga, uang transport.. ya kalau korannya ketemu.. kalo gak ada.. tante kehilangan semuanya..”
Tante:”Eeee pinter kamu ya… wah.. wah.. ya sudah tante beli Rp.25ribu.., uangnya untuk apa nanti dik..?”
Tyo:”Untuk beli buku tante… terimakasih ya tante.. jangan lupa klik blog saya tante..” (loh.. loh.. tyo itu bohong tante.., uangnya untuk beli coklat sama makan di D’Cost..)

Sampai jam 14.00 siang, saya ditelpon mamanya anak-anak “Anak-anakmu itu lo pa.. dapat Rp.75ribu..,”, wow.. wow.. koran harga Rp 3.500,-  kog bisa ya dijual Rp. 25.000 ribu.. ha.. ha…

Nah karena kecanduan tyo dan yobi mengulang kejadian serupa pada bulan ini, ternyata Upss.. di Hypermart sudah disediakan koran dengan harga Rp 3.500,- , ha.. ha.. rasain lu tyo.. sudah jual aja Rp.1.500 kan kamu masih untung wong kamu dapatnya koran gratis. ha.. ha..

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi

Advertisements

5 comments on “Cara Mencari Peluang BIsnis dan Menutupi Kekurangan Diri Kita

    • emang sedikit ga nyambung, nulisnya sudah cepat2tan eee… brasil kalah lagi.. ha. ha.., setelah post ini ya.. tak tulis lengkap..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s