Cara Baru Menganalisa Keputusan

Sore itu ketika saya masih nyetir mobil di jalan A.yani yang karakternya padat namun cepat, ada panggilan HP masuk, sudah 3 kali ini masuk, telepon ini mestinya penting.., Hmm enaknya panggilan ini diterima apa enggak ya..? dalam kurun kurang dari 2 detik saya putuskan untuk menerima panggilan, meskipun menggunakan bluetooth ada resiko nabrak atau ditabrak bukan..?

Untuk sebuah keputusan yang sederhana mungkin kita tidak perlu memikirkan terlalu jauh, apakah tindakan atau ide yang kita putuskan sudah benar apa belum.. Namun pada kondisi tertentu kita menjadi bingung.. mau berbuat apa..? contohnya pacar yang sekarang ini enaknya diputus apa enggak ya.. ha.. ha.. (Uupss.. ini kan blog bisnis dan karir )

Ada beberapa tools untuk menganalisa sebuah keputusan mulai dari yang rumit.., seperi ini :

Cara Pertama
Konsep Dasar Pengambilan Keputusan
Manajemen membutuhkan informasi untuk setiap tingkatan manajeman. bla.. bla.. bla..
Kegiatan manajemen dalam organisasi dibagi menjadi 3 bagian :
1. Perencanaan strategic : adalah aktifitas yang dilakukan oleh manajemen atas, untuk evaluasi, penerapan tujuan organisasi termasuk menentukan strategi bla.. bla..
2. Bla.. bla.. bla..
Tipe Keputusan Manajeman Dibagi Dalam Tiga Tipe :
1. Keputusan terstruktur : bla.. bla.. bla
2. Bla.. bla.. bla..
Tahapan Pengambilan Keputusan..
1. Intelligence : Informasi dikumpulkan untuk melihat akar permasalahan
2. Design : Berbagai solusi alternatif  untuk memecahkan masalah.
3. Bla.. bla.. bla…

STOP.. STOP.. kalau mau model yang seperti ini silakan copas di blog sebelah saja.., kalau yang ada di solusibisnismu.wordpress.com cuma ada yang sederhana tidak rumit, langsung bisa dipakai.. apakah ini yang terbaik..? Ooo.. tentu bukan.. karena semua ilmu itu adalah saling melengkapi.. kebetulan teman-teman disini (para staf) juga tidak suka sesuatu yang sifatnya terlalu teoritis dan ruwet.. kata mereka “Pak.. kalau pakai cara yang ruwet seperti itu menyusunnya saja butuh waktu seminggu.. padahal keputusannya sudah harus diambil besok..”, Hmm.. padahal pendapat ini juga bisa salah bukan..?

Cara ke Dua : Analisa Keputusan Dengan Alat Bantu Positif Negatif dan Pertimbangan Lain (PNPl)
Biasanya saya mengalah.. ya kalau begitu buatlah sebuah analisa keputusan yang sederhana.. cepat.. minimal bisa lebih obyektif.. Caranya gunakan saja filosofi lebih banyak mana antara mudharat (efek buruk) dan manfaatnya (efek baik), udah itu saja.. gampang kan..!, Hmm.. kalau mau nambah boleh.. misal ditambahkan pertimbangan lain.. jadi cukup 3 kolom saja.. Untuk semua pertanyaan berilah pembobotan dengan skala -5 untuk paling merugikan dan 5 untuk yang paling menguntungkan,

Contoh : Apakah saya perlu pindah pekerjaan/perusahaan..? (yang dianalisa sebuah tindakan)

Efek Positif  + (nyata/pasti terjadi) Efek Negatif – (nyata/pasti terjadi) Pertimbangan lainnya + , – (kemungkinan tejadi)
Gaji naik 500 ribu  (3) Masa kerja mulai nol (-3) Kapan
ada kesempatan seperti ini lagi (5)
Jenis pekerjaan sesuai
dengan keahlian (5)
Adaptasi lingkungan baru (-2) Prospek jenjang karir
lebih baik (3)
Jarak rumah – kantor lebih jauh  (-2) Perusahaan kecil, bisa bangkrut (-4)
dst dst dst

Di hitung-hitung negatifnya = -11, positifnya = 16. Jadi keputusannya adalah : yuk.. pindah yuk… mana tahan…???

Uups.. nilai dari satu orang dengan orang lainnya bisa beda loh… misal si Bambang, menilai Gaji naik 500ribu hanya diberi nilai (1), sementara Masa kerja dari nol dinilai (-1), dst.., Namun pengalaman selama ini, rata-rata keputusan antar orang satu dengan yang lain sama tuh.. hanya beda di nilainya saja..

Cara Ke Tiga : Menganalisa Keputusan Menggunakan SWOT / TOWS, Kombinasi +,-
Belum terjadi :
T=Ancaman
O=Peluang
Sudah terjadi :
S=Kekuatan
W=Kelemahan

Contoh : Enaknya beli sepeda motor Kawak apa Hondi..?, (yang di uji idenya)

SWOT Motor Kawak

Treath (-) Oportunity (+) Strength (+) Weaknes (-)
Harga jual 3 tahun biasanya jatuh (-5) Siapa tahu malah jadi trend setter (barang antik) (2) *Mesin kenceng banget (4)
*Murah (5)
*Model sporty banget (5)
*Ground clearence rendah, cocok untuk orang pendek (5)
*Lebih boros sedikit (-2)
*Suku mahalan sedikit (-2)

SWOT Motor Hondi

Treath Oportunity Strength Weaknes
Jadi incaran pencoleng,
jadi ribet kalo parkir (-5)
*Kalo mulus harga
jual tinggi  (3)
*Gampang jualnya klo
pas BU (3)
*Irit (5)
*Perwatan murah (5)
Mesin terkenal bandel (3)
Model jadul banget (-4)
Supensi keras (-3)
Harga  (-3)

Karena teman saya ini fashionablle banget.. suka ngebut.. macho.. maka setelah dihitung hitung jelas pilih kawak dari pada Hondi. Sedangkan teman saya yang paling pelit orangnya.. eee… maksud saya paling hemat bukan pelit.. lebih memilih Hondi, dan nilai untuk Irit (5), Mesin bandel (5), Harga jual (5), perawatan murah (5) sementara untuk model jadul (-1), suspensi keras (-1) dst..

Sekedar catatan : dari beberapa kali pengalaman saat pelatihan, orang yang menggunakan tools SWOT lama (seperti di blog-blog tetangga), tetap saja pada bingung belum bisa memutuskan..!! Mengapa..?  sebab semua orang.. semua barang atau ide atau apa saja.. pasti punya kelebihan dan kelemahan.. nah dengan diberi pembobotan nilai plus minus yang ber range -5 sampai 5, akan membuat kita lebih mudah membedakan, lebih obyektif.. (beda kan.. dengan di blog tetangga..?) Lah.. apa terus tools modifikasi punya saya ini paling baik..? bukan.. bukan itu maksud saya.. ini hanya saling melengkapi saja.. ini pengalaman saya.. silakan kalau mau dikembangkan..

Ada Cara lain..? ya pasti ada dan banyak.. contoh : Enaknya harga sabun ini dinaikkan apa enggak ya..? model soal seperti ini adalah model probabilistik (kemungkinan) atau tidak pasti.  Kalau dinaikkan kemungkinan yang mampu membeli jadi berapa ? (pada tingkat harga berapa mulai terjadi resistensi harga ?), kemudian konsumen loyal yang akan berpindah kira-kira berapa %..? Nah tentunya untuk model-model semacam ini membutuhkan analisa statistik yang kompleks..
“Pak.. kalau yang seperti ini bapak saja yang membuat analisanya ya..!! kami bingung nih..” Hah.. ? kalau yang ini, mau gak mau pakai cara yang pertama dikombinasi dengan hitungan statistik..!!

Kemudian HP saya angkat ” Halo.. selamat sore.. ada apa..? tumben telepon ha.. ha..”
Yang di seberang :”Pak.. saya mau tanya apakah keputusan saya ini tepat apa gak ya.?, saya membutuhkan jawaban segera..!!.” Wuaadauuuhh… bagaimana mau jawab sambil nyetir gini.. ha.. ha..

Uupss.. untuk yang mau putus pacaran tadi terus bagaimana..? ya tidak bakal bisa diselesaikan dengan model seperti ini.. yakin deh.. ha.. ha..

Semoga tulisan saya ini membuat Anda ter Inspirasi..

Efek Positif (nyata/pasti terjadi) Efek Negatif (nyata/pasti terjadi) Pertimbangan lainnya (kemungkinan tejadi)
Gaji naik 500 ribu  (3) Masa kerja mulai nol (-3) Mumpung ada kesempatan kapan
ada kesempatan seperti ini lagi (5)
Jenis pekerjaan sesuai
dengan keahlian (5)
Adaptasi lingkungan baru (-2) Prospek janjang karir
lebih baik (3)
Jarak rumah – kantor lebih jauh  (-2)
dst dst dst
Advertisements

One comment on “Cara Baru Menganalisa Keputusan

  1. Pingback: Memilih SPG Dan Membentuk Tim Yang Solid | SOLUSI BISNIS & KARIR ANDA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s