Agar Bawahan atau Karyawan Puas dan Loyal

Dining at Shangri-La Hotel Surabaya 4 of 4, sebenarnya kalau mau.. bisa saya teruskan sampai 8 tulisan tapi…

Pentingnya kepuasan dan loyalitas pelanggan dan cara mengatasinya sudah saya tulis, nah bagaimana dengan kepuasan dan loyalitas karyawan atau bawahan..?

saya :”Btw.. kenapa sih kamu pingin pindah”
Hw:”Hmmmmm… (lama sekali Hmmm nya) kelihatannya saya tidak cocok dengan udaranya…”
sekarang saya yang ganti.. Hmmmmmm

Pentingnya kepuasan karyawan terhadap pelanggan dan perusahaan sbb :
1. Yang melayani pelanggan adalah karyawan –> seorang sales person yang baru akan kerepotan untuk melihat kebiasaan pelanggannya.. pelanggan bisa tidak puas dengan pelayanan sales person yang baru.. sehingga potensi kehilangan selalu ada setiap ada pergantian sales person baru, di beberapa perusahaan biasanya melakukan join visit bersama ke pelangan untuk “serah terima pelanggan” dari sales person lama ke sales person baru..
2. Karyawan yang menyenangi pekerjaannya akan lebih produktif–> karena itu dilakukan test minat saat rekrutment, bahkan test ini mengalahkan latar belakang pendidikan, coba bayangkan seorang sarjana hukum menjadi design grafis.., seorang yang lulusan sastra mengerjakan pekerjaan administrasi.. menurut survey (lupa sumbernya) 70 % orang bekerja tidak berhubungan dengan latar belakang pendidikan..!! ya gak ada masalah.., asal karyawan senang bekerja… lah kalau karyawan gak senang dengan pekerjaan sales atau marketing tetap ditempatkan di wilayah ini.. wow.. bekerjanya bisa tidak sepenuh hati dan asal-asalan.. malah ada yang stress…

3. Pelanggan bisa loyal terhadap perusahaan bukan karena hanya mutu produk, harga, ketersediaan, promosi dll… tapi ingat… pelanggan bisa puas juga karena pelayanan.. –> di surat kabar saya baca.. seorang pelanggan yang sudah setia puluhan tahun akhirnya putus hubungan dengan perusahaan hanya gara-gara CSO nya bicaranya judes (bahasa indonesianya kira-kira kurang ramah, tidak simpatik  atau cenderung menyalahkan pelanggan.. ?)
4. Mana lebih penting kepuasan pelanggan atau kepuasan karyawan..? –> yang jelas karyawan yang puas pasti lebih bisa menciptakan pelanggan yang puas.. bisa gak ya..  pelanggan yang tidak puas menciptakan karyawan yang puas ? ha.. ha..
5. Pelanggan puas dan loyal.. otomatis perusahaan untung..

Menurut beberapa sumber (hampir semua buku manajemen seperti ini) tolok ukur ketidak puasan karyawan adalah tingginya keluar masuk karyawan (tingginya resign atau mungundurkan diri).. itu kalau diluar negeri.. kalau menurut saya di Indo lain.. yang jenisnya parah bisa berbentuk demo.. mogok kerja… main bakar-bakaran (bakar ikan, sate, jagung dll.. ha.. ha..). Menurut saya ketidak puasan kerja karyawan yang berpengaruh kepada perusahaan bisa sbb :
1. Banyaknya komplain/keberatan baik eksternal (pelanggan) maupun internal ( departemen yang lain atau atasan.. celakanya yang membuat tidak puas karyawan adalah  justru gaya kepemimpinan atasannya  sendiri, dan ini mendeteksinya paling sulit karena bawahan takut gak berani ngomong..)
2. Hasil kerja yang asal-asalan atau tidak memuaskan atau tidak adanya ekstra effort atau keinginan untuk mencapai yang lebih tinggi lagi.. –> kalau yang punya extra effort contohnya.. staf penjualan di target 100jt yang masuk malah 125 juta.., kalau di admin di dead line 3 hari ternyata selesai 2 hari..
4. Karyawan tidak kreatif –> kalau diminta saran-saran diam, membisu seribu bahasa, cuek dengan lingkungan sekitar dan eee.. gak tahunya besok mengundurkan diri..

Nah.. sekarang bagaimana agar karyawan atau bawahan bisa puas dan loyal…? berdasarkan survey yang  saya buat sendiri ada banyak faktor.. tapi yang sering adalah…
1. Kesempatan promosi yang tertutup atau malah di potong dari luar
a. Sudah 3-4 tahun gak ada yang promosi.. terus karir gimana..? kalau kitanya gak naik jabatan gak masalah asal ada teman kita yang promosi.. tapi kalau seluruh karyawan yang kerja disitu tidak ada yang promosi ini perusahaan berarti jalan ditempat atau mungkin malah proses mundur..
b. Yang paling menjengkelkan adalah kita dan teman-teman sudah kerja keras.. eeee…. ternyata kursi yang di incar diberikan kepada orang lain (biasanya dari perusahaan pesaing atau bahkan dari perusahaan yang tidak ada hubungannya sama sekali, ini yang tambah menyakitkan)
2. Yang jelas bukan hanya gaji :
a. Karyawan sudah pada tahu nyari pekerjaan dengan gaji yang tinggi susah.. pasarannya kan sudah ada, seoutaran itu saja, untuk buruh ya UMR, untuk staf yang berpengalaman 1,5 s/d 2 kali UMR dst..
b. Adapun perusahan besar yang mau kasih gaji tinggi, sudah pasti susah untuk masuk kesana.. ya pastinya standar kompetensi untuk bisa masuk ke perusahaan tersebut pastinya sangat tinggi.. minimal waktu melamar banyak saingan..
3. Sikap atau gaya kepemimpinan atasan.. ini sering terjadi namun sulit untuk dideteksi..jadi karyawan hanya ngrundel (bahsa indonesianya mengeluh kesana-kemari, membicarakan kesana kemari tapi gak mau terus terang) karena karyawan takut untuk mengungkapkan.. ada yang lapor ke HRD, dan atasan mengelak sbb : “Namanya karyawan harus tahan tekanan baik secara pekerjaan maupun mental”, akibatnya oleh HRD di kembalikan lagi ke atasannya.. jadi malah ruwet.. ya sudah keluar saja.. sayang bukan..? padahal dengan memindahkan ke divisi lain mungkin permasalahan sudah beres.. tapi kalau kita tanya kepada atasan yang seperti itu atasan mengelaknya..
4. Flexibelitas jam kerja.. kalau pukul 08.00 masuk.. ya pukul 16.00 keluar bukan keluarnya pukul 17.00, 18.00 trus kadang pukul 19.00 wib ha.. ha.. intinya mereka kalau pas ada anak atau keluarga sakit, ke bank atau ada keperluan pribadi mendadak dan penting mohon diberi keluwesan untuk tidak bekerja..
5. Bentuan dana kesehatan saat waktu MRS (masuk rumah sakit)–> eee.. buat apa kerja lembur ngotot seperti itu.. kalau kamu sakit paling perusahaan hanya mengirimi kamu bunga sama surat tulisannya “Semoga Cepat Sembuh”.. eee ini masih mending kadang malah gak ada surat sama sekali.. padahal kita kerja kan untuk perusahaan.. hiks.. hiks…
6. Jauh dari rumah.. kalau jauh dari kos sudah pasti pindah kos.. **ini yang penting –> jadi kepuasan kerja bukan dari perusahaan saja.. dari faktor eksternal juga bisa..** kata teman saya “subuh berangkat kerja.. tengah malam baru sampai rumah.. mula-mula terasa berat, tapi kalau sudah biasa.. badan jadi hancur..!! ha.. ha..”,
7. dan lain-lain sebab sekarang sudah pukul 05.15 saya harus persiapan mengantar anak-anak sambung next post…

Upsss.. di tengah resto itu ada seseorang yang sudah sangat saya kenal.. saya bisikkan kepadanya “Saya akan selalu support kamu.. sampai badanku ini tidak kuat.. ha.. ha..,”
Meskipun badan saya waktu itu tambah menggigil.. namun rasanya saya masih ingin berlama-lama di sini.. malam ini sungguh tidak dapat saya lupakan…

Semoga tulisan saya dapat membuat Anda ter Inspirasi

Advertisements

One comment on “Agar Bawahan atau Karyawan Puas dan Loyal

  1. Kunjungan balik nih, sangat menginspirasi sekali.. semuanya benar, untuk mendapatkan karyawan yang loyal bukan hanya dari standar gaji saja tetapi juga beberapa faktor tersebut diatas… karena pada dasarnya karyawan mengejar jenjang karier dan kesejahteraan..bila sudah berada dilingkungannya maka ia juga perlu lingkungan yg nyaman termasuk kecocokan dengan pimpinan. Ya gitu deh…

    Nice posting sob,
    Salam Kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s