Cara Atasi Lahan Sempit, Kiat Pengusaha Restoran

Kiat restoran menyiasati lahan yang sempit

Waktu itu saya masih baru lulus kuliah.. Ada salah satu restoran (saya namakan semi cepat saji/fast food) yang dulu pernah buka di Delta Plaza namun sekarang sudah tutup bangkrut..?, saya tidak tahu masalahnya apa..?. Namun dulu pernah meminta sebuah konsultan untuk menghitung untung rugi bila memperluas binisnya.

Salah satu permasalahannya adalah sbb : Pada saat jam makan, banyak pelanggan yang kehabisan tempat duduk, sehingga resto tersebut kehilangan omset/kehilangan keuntungan, namun diluar jam makan restoran tersebut sepi.. Resto tersebut ingin memperluas area restonya dengan menyewa lahan tambahan, namun pihak management Delta Plaza tidak menjual lahan secara “eceran” tapi menjual dengan unit luasan tertentu.. Menurut pihak restoran ini bisa menjadi bumerang.. ya kalau jumlah pelanggannya naik terus..? kalau naik turun bagaimana..?, dan kalau ternyata dengan penambahan area luasan tertentu (sesuai dengan ketentuan Delta PLaza) ternyata hanya menambah jumlah pelanggan sekitar 20% saja, maka secara hitungan kasar sudah pasti rugi. Tapi kalau tidak diperluas juga tidak baik, karena banyak pelanggan terutama yang masih loyal tidak mendapatkan tempat duduk saat jam makan, pelanggan loyal yang kecewa ini dikawatirkaan tidak puas kemudian malah menyebarkan negatif viral marketing

Bila memperluas lahan resto dirasakan beresiko tinggi maka, yang saya sarankan kepada BOS saya waktu itu adalah sebagai berikut :
1. Untuk pelanggan yang mau menggeser jam makannya dari pukul 12.00-13.00wib ke pukul 13.00-15.00 akan diberikan diskon (ini bukan ide saya orisinil, saya mencontoh dari resto di luarnegri), hal ini juga berlaku untuk yang mau menggeser waktu jam makan malam dari pukul 19.00 wib – 20.00 wib ke pukul 20.00 wib-21. wib. alasannya adalah dengan jumlah pelanggan yang hanya mau makan pada jam-jam makan saja (12.00 atau 19.00 wib) saja restoran ini sudah untung, jadi kalo ultilitas lahan dinaikkan pasti lebih untung.., namun hal ini beresiko yaitu bila pelanggan yang biasanya makan pukul 12.00 atau 19.00 wib berbondong-bondong pindah jam makannya ke pukul 14.00 wib, karena lebih penting diskon dari pada urusan lapar, wah malah rugi kalau begini..
2. Di buka layanan pesan antar, alasannya adalah pelanggan tidak perlu duduk di restoran, sehingga resto tidak akan penuh..resikonya adalah jika kehebatan restoran ini bukan terletak pada makanannya namun pada suasananya maka program pesan antar pasti tidak laku.., malah rugi menyediakan karyawan khusus dengan kendaraan khusus..
3. Makan diluar/take out diberikan diskon khusus, alasan dan resikonya sama persis seperti nomer 2.
4. Nah untuk menservis pelanggan yang loyal agar selalu kebagian tempat duduk, pihak restoran menerbitkan kartu member, bagi pemegang kartu member dapat memesan kursi. Bila non member tidak kebagian kursi juga tidak apa.. kan bukan pelanggan loyal..? Nah disamping itu dengan kartu member, pihak restoran bisa menghitung berapa sih sebenarnya pelanggan potensial dari restoran ini, sehingga bisa diperkirakan untung ruginya bila pihak restoran ingin memperluas lahan area restorannya

Setelah itu saya tidak mendapat kabar lagi, follow-upnya bagaimana saya juga tidak tahu, hitung-hitungan dengan statitisknya seperti apa juga belum pernah saya kerjakan, karena saya pindah ke Jakarta, setelah saya balik lagi ke Surabaya, resto itu ternyata sudah lenyap..

Semoga tulisan saya dapat membuat Anda ter Inspirasi

Advertisements

2 comments on “Cara Atasi Lahan Sempit, Kiat Pengusaha Restoran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s