Manajemen Investasi, Mengurangi Resiko Investasi

Saya jadi tergoda untuk menulis masalah manajemen investasi ini (sebab ini mestinya bukan bidang saya), dengan pertimbangan bahwa :
1. Para dosen hanya mengajarkan manajemen investasi sesuai silabus.. ini gak salah, yang salah malah kalo mengajar tidak sesuai silabus,,
2. Sementara para praktisi investasi lebih senang membahas jenis-jenis instrument investasi dan besarnya return.., ada sebagian juga memulai menghitung resiko-resiko investasi, dan yang ketiga adalah :
3. Saya pernah tidak bisa tidur, gara-gara saya membaca sebuah berita dikoran Jawa Pos yang isinya :
“Seorang manejer IT perusahaan kopi Kapal Api bunuh diri, namun sebelum bunuh diri membunuh kedua anak dan istrinya lebih dahulu.., (kenapa anaknya harus dibunuh..? mbok yao… dikasihkan saya saja… saya mau kog..! kalau saya mau makan siang atau beli buku di Jl. Pucang mobil selalu saya parkir didepan toko yang jual Sari Roti itu dan saya sering melihat anaknya itu.. Aduh.. aduh………….). Menurut Polisi motif pembunuhan dan bunuh diri itu adalah karena kekalahan dalam etrading valas atau saham. Bisa jadi penyebab perbuatan itu karena merasa kecewa atau sedih yang dalam, karena uang yang jumlahnya ratusan juta, yang dikumpulkan selama puluhan tahun dan dengan susah payah akhirnya lenyap dalam hitungan beberapa menit saja, bahkan mungkin sudah berubah menjadi hutang puluhan juta (hutang digunakan untuk meng inject modal investasi).
Jadi harapan saya dengan postingan ini adalah agar kejadian seperti almarhum tidak akan terjadi lagi.

Saya hanya ingin melengkapi pandangan-pandangan yang telah ada mengenai investasi. Ada beberapa sudut pandang tentang manejemen investasi yang akan saya tulis, namun untuk tulisan yang pertama ini adalah dari sudut pandang Alokasi dana investasi sehubungan dengan resiko investasi…

Konsepnya sederhana yaitu berdasarkan filosofi (lebih tepatnya pepatahnya orang Eropa) dalam mengurangi resiko yaitu : “Do not put the eggs in one basket”, Coba banyangkan jika telur telur yang rapuh itu ditaruh dalam sebuah keranjang yang sama, maka bila keranjang itu jatuh maka semua telur akan pecah semuanya.
Jadi sebaiknya telur-telur itu di simpan dalam beberapa keranjang, tapi bagaimana menerapkan filosofi itu..? (inilah yang membedakan artikel saya dengan artikel yang lain) Sebaiknya berdasarkan tingkat resikonya..!! menurut saya ada 3 tingkat resiko, yaitu tinggi, sedang dan rendah (ada yang membaginya menjadi lima.. silakan saja). dan kalau digandengkan dengan returnnya maka Investasi biasanya dibagi menjadi 3 pula yaitu investasi yang high risk high return, medium risk medium return dan low risk low return.

Jadi misalkan Anda mempunyai uang 100 juta, bagaimana mengalokasikan uang itu kedalam 3 kelompok itu ?, Saran saya adalah sbb : untuk high risk high return cukup 20% saja, untuk yang medium risk medium return bisa 30 % dan untuk investasi yang paling aman porsinya bisa ditingkatkan menjadi 50%, bila Anda tidak puas dengan persentasi yang saya sarankan ini silakan diutak-atik sendiri, namun inti dari pembagian ini adalah jangan menaruh telur terlalu banyak di keranjang yang gampang rusak dan taruhlah telur sebanyak mungkin di keranjang yang sangat aman.

Manakah investasi yang paling beresiko..? ini bergantung pada sudut pandang, ilmu dan skill yang dimiliki, tiap individu bisa berbeda-beda.. pendapat ini benar loh.. Ada yang mengatakan bahwa investasi dibursa saham itu mudah.. jujur saja bagi saya itu sulit, seperti di Hangseng, Nikei dll, bagi saya itu mengerikan.. Namun untuk trading forex GBP/USD bagi saya relatif mudah baik dari sisi fundamental maupun teknikal dibanding USD/SGD yang rumit. Namun secara umum (berdasarkan survey para pakar) yang paling beresiko adalah investasi di bursa saham atau valas dan sejenisnya, baik itu turunan yang ke dua, ketiga atau kesekian.. ya sama saja.. Sedangkan Investasi yang resikonya medium menurut bapak Manurung adalah reksa dana pertumbuhan agresif dan sejenisnya.. Lah yang paling aman apa..? ya sudah pasti tabungan yang dijamin pemerintah ha.. ha.. Tapi kalau saya mendingan di putar di toko sebab low risk tapi medium return.. bener loh.. tapi capek ha.. ha.. Jadi kalau 50 juta dimasukkan di Hangseng kemudian 50 juta di tradingkan di GBP/USD ya sama saja artinya 100 juta ditaruh di kerangjang yang sama-sama gampang jatuhnya..

Mengenai pandangan-pandangan lain mengenai investasi.. kemudian invesatsi apa saja yang risknya medium tapi menghasilkan high profit.. tunggu saja di solusibisnismu.wordpress.com… OK..? sebab saya sudah low bat.. ini jam 2 malam.. ha.. ha..

Semoga tulisan saya membuat Anda ter Inspirasi..

Advertisements

9 comments on “Manajemen Investasi, Mengurangi Resiko Investasi

  1. Good post bro. Nambahin neh. Diputer di toko itu bisa menjadi medium risk high return. Apalagi kita pintar mengolah toko yang kita kelola sehingga berkembang dan terus berkembang. Salam sukses….

  2. bagus sekali artikelnya pak, say jadi ikut ketawaan bacanya…..tolong bisa ditambahin g pa ? mengenai hitung hitungannya n sekalian rumusnya -rumusnya ,,,,,,, solnya saya ngambil keuangan tapi saya males baca buku-buku yang tebel , malah bikin bingung ja

    di kirimkan ke email saya aja y pak jadoelkatrok@gmail.com

    • terimakasih.. artikel akan terus ditambah, terutama dari sisi satatistik, probabilistik bagian dari analitik, kalau fundamental… wah saya malah belajar dari Anda dong, saran saya jangan males baca.. dulu saya juga males baca tapi sekarang nyesel loh.. ayo.. ayoo bangkit.. cepatan lulus, sebab kalau lulusnya molor kesempatan malah di serobot orang loh.. salam sukses..

    • wee sori bru bisa reply skr, hmmm.. 20 tahun lalu teman saya statistik, membuat tugas akhir yang berjudul kira-kira begini “Berapa lama dan berapa besarnya inflasi yang terjadi setelah BI mencetak dan mengedarkan uang ke masyarakat..” Nah waktu itu memang belum banyak orang BI yang bisa menghitung seperti ini, kalau sekarang sih pasti sudah banyak.. Oooo pasti sudah dikontrol.. apalagi wapresnya pak Budiono..

  3. assalammualaikum….
    saya mau bertanya nih….
    apakah ada investasi yang pasti tapi tanpa resiko???kalau ada,apa alasannya??tolong anda jelaskan !!!
    mohon jawabannya ya…
    terima kasih…
    assalammualaikum…

    • Lah..?? minum air putih aja ada resiko tersedak, kuliah juga ada resiko DO betul..? semuanya pasti ada resiko, khusus untuk Investasi, berdasarkan undang-undangnya BAPPEBTI malah tidak dijamin !!, wong tabungan yang dijamin sekarang turun jadi 100 juta kog.., yang bisa kita minimalkan (bukan dihilangkan) adalah resikonya loh.. misal dengan hedging dll

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s