CARA MEMPERBESAR PERUSAHAAN DENGAN CEPAT

Woooowwww…
Maaf baru sekarang muncul dan nulis lagi…

Lah.. terus ada ilmu baru dong kalo gitu…? masak bertapa 2 – 3 tahun gak berubah jadi orang sakti…?

JIaa ha ha ha… ada dong.. jangan kuatir pembaca solusibisnismu akan selalu mendapatkan inspirasi yang mantap…..

Kali ini judulnya adalah bagaimana mengembangkan sebuah usaha dengan cepat, beranak pinak….

Bermula dari perkenalan saya dengan cik San dan bude Yat, 2 orang cewek ini luar biasa sekali, membuat kesombongan saya selama ini menjadi terkikis…

Saya merasa bisa menjual beberapa produk, bahkan produk sulitpun bisa saya jual, tantangan terakhir saya adalah menjual sebuah program rumah sakit, dua tahun jungkir balik, ketar ketir berhasil gak ya..? untungnya yang punya rumah sakit sabarrrrr sekali, kasih waktu.. kasih perpanjangan.. sehingga akhirnya berhasil juga.. legaaaa rasanyaaa… (suka dukanya next post ya.., kali ini soalnya ada yang lebih menarik dari sekedar penjualan.. OK…?)

Kali ini dua cewek tadi mamanggil saya malam-malam di G-walk Surabaya barat..
Bude Yat :” Vdi apa prestasimu disana….?”
Saya :” Jumlah pasien meningkat 100%, setelah program berjalan…”
Bude Yat :” Terus apa dengan pasien meningkat, perkembangan usaha juga ikut
meningkat… modal bisa balik dengan cepat… perusahaan bisa buka
cabang dengan cepat…?”
Saya :” Sebentar – sebentar… aku pernah dengar.. seperti itu franchise..?”
Bude Yat :” Haaalaahhh… kamu kan pinter jualan kog jawabnya gitu…”
Saya :” Terus apa dong….?”
Bude Yat :” Kamu tak kasih tahu asal kamu mau ikut kita ke kalimatan.. kamu jadi
transmigran…”

Begitulah ceritanya.. saya menjadi transmigran berangkat ke palangkaraya, demi menguak rahasia bude Yat dan Cik San…

Tapi untuk pembaca solusibisnismu.wordpress.com gak usah susah susah laaayaaaww.. Cukup ceklik ceklik baca beres… Tuhhh kurang baik apa saya ini….?

Dua orang cewek ini ternyata punya perusahaan di palangkaraya, perusahaan ini berjalannya masih tersendat, untuk itu dipanggilkan seorang direktur yang jago strategi dan jagoan di lapangan Beliau lulusan Untag Surabaya..

Bude Yat :” Vdi, kamu kan pakarnya komputer tho…? klo gitu bikinkan software
keuangan dan untuk admin disini…”

HHHHmmmm badala…
> memang dulu pernah menjadi programmernya PT catur distributor cat keramik dll, tapi itu kan dulu…
> Accounting dan Finance… wooowww yeaaahhh aku kan Sales dan Marketing banget gitu..

Continue reading

Knapa ya..? Untung Tapi Masih Ijek Modal Terus

Kalo biasanya post selalu selling / marketing mulai sekarang geser ke Accounting mestinya gak mama kan..?

Malam itu ada seorang ibu nyambat (curhat ke bude yat)

ibu SB : “Kenapa ya.. cv ku ini gak rugi, malah katanya untung, tapi modalku tidak pernah balik bahkan sudah meng-injek 250jt berturut2, dalam 3 bulan ini.. aku bingung…”

Setelah ngobrol sana sini, akhirnya…

Bude   :’Vdit… sini…. coba kamu ke Sampit ya…, coba damping dia…”

Ooohh no ohhh yes.. maka berangkatlah ke Sampit..

Yang pertama saya lihat adalah neraca… data sbb

1.Modal yg sdh digelontorkan 2M

2.Ada hutang, setelah ditelusur bersumber dari DP (uang muka cuma 50jt)

3.Laba 300jt dari Penjualan 950jt dikurang HPP 650jt, 

Benar kata ibu SB, ada untung krn harga jual > dari harga pokok produksi.. tapi.. ternyata laba dan modal yg di ijek lari ke biaya… Lahhh…??? bepikir keras nih…

Lha terus biaya 300jt dan modal 3 x 250jt tadi kalo untuk biaya, lalu biaya tadi menghasilkan apa dong…?

Ternyata 1.05 M tadi sebagian besar geser ke persediaan, persediaan bahan M melimpah ruah di gudang, nilainya mencapai 1.2M, woooww

saya :”ibu SB, sebaiknya ibu bantu beliau untuk mencarikan pembeli bahan M, sehingga masalah tuntas..”

Bebekal temuan ini ibu SB mengajak rapat dgn direkturnya.. saya di ajak ikut…. hhhmmmm saya tidak nyaman…

ibu SB :”Ko yo… ini knapa bahan M sampai melimpah begini…?”

Ko Yo :”iya cik.. kita blum bisa jual ke pasar, misal kita bisa jual pas HPP saja.. kita sdh untung 150jt, dan cash flow lancar…”

ibu SB :”Ko Yo.. kamu jangan kayak gini lagi, kamu ngomong yg jelas dong sama aku, klo kayak gini aku ni bisa punya pikiran lain terhadap kamu…”

Ibu SB :”kalo kamu bilang dari bulan kemarin, aku gak akan injek modal lagi.. kan aku lebih baik mencari pembeli bahan M, kalo laku kan uangx bisa mutar lagi…”

ibu SB :”Coba ini..  aku gak kasih injek modal lagi bulan kemarin, ngapain juga kamu hutang ke pihak lain..?, bunga 12jt apaaa ini…  ini kan pemborosan..”

Ibu SB :”Vdit.. ini terus gimana…? produksi stop sampai kita bisa jual bahan M atau gimana..?

lahhhh iya kan.. aku jadi gak enak…

Semoga tulisan saya membuat Anda ter-Inspirasi….

Cara Menghitung Pangsa Pasar

Cara menghitung Market Share..
Apa sih manfaat mengetahui market Share ..?

Salah satunya adalah untuk mengetahui usaha penjualan kita sudah pada level mana.. Lha… manfaat yang lain mana..? seperti biasa cari dipostingan sebelumnya, sudah saya tulis meski ga semua juga.. yang akan datang pasti saya tambah tambah terus dengan fakta fakta dilapangan… OK…? mari lanjut…

Terus caranya menghitung bagaimana…?
Untuk menghitung pangsa pasar bahan2 yang kita butuhkan adalah sbb :
1. Data penjualan kita
2. Data penjualan kompetitor, jadi harus kita tentukan dulu siapa kompetitornya, misal kita punya kompetitor A dan B
3. Pakai rumus statistik

Untuk mengetahui market share produk kita
Data penjualan kita
————————————————————– x 100 %
(Data penjualan kita + DAta penjualan semua produk kompetitor)

Untuk mengetahui market share produk kompetitor A
Data penjualan produk A
————————————————————– x 100 %
(Data penjualan kita + DAta penjualan semua produk kompetitor)

Lah yang paling penting adalah cara mengambil datanya biar tidak keliru..
Hmmm.. ini bergantung pada bisnisnya apa…? sekarang misal nih kita jualan sepeda motor, lah berarti ngambilnya data di samsat BPKB POlda Jawa Timur untuk mengetahu market share motor di Jawa Timur..

Misal BPKB yang dikeluarkan Polda Jatim adalah sebanyak 1000, terdiri dari
untuk kendaraan honda 550 BPKB, Yamaha 300 BPKB, Zuzuki 100 BPKB dan kawasaki 50 BPKB

Jadi market share HondA 55% (550/1000 * 100%), Yamaha 30% dst.. data ini lebih real karena merupakan selling out (penjualan ke konsumen)

Lah karena Polda sibuk tidak bisa melayani kita, sehubungan dengan banyaknya teroris. Terus usaha kita apa..?

Continue reading

Cara Mengetahui Pasar Sudah Jenuh

Pasar sudah Jenuh Atau belum..?

Ibu Ester ini adalah ibu yang menginginkan anaknya sukses menjadi pengusaha, kelak dikemudian hari, usaha beliau untuk anaknya luar biasa

Sementara anaknya sebut boz Udin adalah ahli mbantah.. upppsss maksud saya ahli filosofi dan selalu punya argumen / fakta2 yang kuat. Hmmm…   masalahnya dia cuma satu..  knapa dia bertemu saya dan debat masalah bisnis..  Nah kena luuuu..

Ibu nya sudah mulai jengkel, setiap boz Udin ini disuruh bergerak action untuk usaha, selalu mogok di tengah jalan, maka dipanggilah saya untuk ketemu dengan boz Udin.

Udin :’ Om aku gak prefer buka usaha ini karena pasar sudah jenuh..!”
saya :’Ooo.. tahu nya jenuh dari mana..?”
Udin :’Banyak kompetitor bermunculan..”

Haaadeewwww, gini ya pasar jenuh itu kalau permintaan sudah tidak nambah tapi suplai nya tambah banyak makin hari tambah terus.. Maaf ya.. Para Dosen masih ada yang bingung dengan hal ini, dan saya maklum..

images

Continue reading

Cara Cepat Mengembalikan Modal

INi LHO cerita rumah sakit yang saya janjikan..

Atau Cara Mengatur Modal Atau Cara Memanfaatkan Modal atau Meng Optimalkan Modal, Jadi untuk perkara mengembalikan modal itu banyak caranya, yaitu salah satunya yang saya ceritakan disini.

Tersebutlah ibu Ratmi, beliau adalah orang etnis China yang pendidikan Belanda umur lebih dari 80 tahun tapi masih sehat, turun ke tambak pun masih kuat..

Beliau pernah hidup di Amerika, usaha peternakan disana, kemudian kembali ke Indonesia, namun anakknya tetap tinggal di Amerika lulusan Farmasi. Anak gadis bungsu ini rencana mau pulang ke Indonesia dan minta dibuatkan sebuah rumah sakit di Surabaya.. wooowww… Tentu papa mamanya mendukung, maka dibangunlah sebuah rumah sakit besar di daerah siwalankerto (petra) Surabaya.

Pada tahun 1995 dibangunlah rumah sakit itu dengan peletakan pondasi dengan batu kali dan beberapa sloop beton paku bumi.. pondasi semua fasilitas gedung dibangun, justru yang menjadi fokus utama adalah ruang rawat inap yang yang rencananya 3 lantai, ruang bedah, ruang laborat, ruang apotik, ruang admin, ruang WC, ruang poliklinik dll
Pada tahun 1996 mulai membangun diding dinding semua ruangan..
Pada tahun 1997 mulai memasang jendela dan pintu.. yaahhh semua pekerjaan tinggal 35% saja waktu itu…

Datanglah krisis moneter padatahun 1997.. harga harga melambung 2 kali bahkan 3 kali lipat, pembangunan rumah sakit terhenti karena tidak ada dana untuk membangunnya kembali dan akhirnya mangkrak (seperti Hambalang sport centernya presiden SBY) sampai sekarang tahun 2017..

Sebentar belum akan saya teruskan cerita ini…
saya ulang.. Pada tahun 1995 adakah uang yang masuk..? tidak ada bro… bahkan pada tahun 1996 dan tahun 1997 tidak ada uang yang masuk bahkan Rp 1000 pun tidak ada… karena itu pada tahun 1997, uang seketika habis saat harga-harga melambung 3 kali lipat..

Continue reading